Biaya Penempatan Mencekik, TKI Terlilit Utang dan Tak Bergaji

Jakarta – Kenferensi jarak jauh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi ajang curhat berbagai keluhan TKI selama ini.

Para TKI dalam konferensi jarak jauh tersebut mengungkapkan biaya penemapatan TKI melanggar aturan yang telah ditetapkan dan membengkak tiga kali lipat.

Perwakilan TKI dari Taiwan mengatakan, biaya penempatan TKI sesuai dengan peraturan pemerintah yang diterbitkan sekitar Rp18,5 juta. Namun pada kenyataan biaya penempatan antara 25-60 juta.

Hal ini membuat banyak TKI yang bekerja terlibat utang dan harus bekerja tanpa digaji hingga delapan bulan.

Kenyataan ini pada akhirnya membuat banyak TKI melakukan tinggal lebih lama untuk bekerja, dan melampaui izin tinggal (overstay) yang diperbolehkan untuk mencari uang.

Hal senada dikatakan oleh Putri dari perwakilan TKI Hongkong. Menurut dia, banyaknya potongan membuat para TKI harus bekerja lebih keras dan bahkan overstay. Akibatnya perlindungan terhadap TKI menjadi terabaikan karena overstay.

Mendapat keluhan ini, Presiden Jokowi memerintahkan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, untuk menindak tegas Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia yang melanggar aturan terkait biaya penempatan TKI.

“Biar didengar semua janjinya Kepala BNP2TKI. Nanti kalau sampai sebulan ga tuntas?, tapi saya yakin pak Nusron,” kata Presiden dengan tersenyum langsung disambut tawa oleh semua yang hadir dalam konferensi jarak jauh Presiden dengan perwakilan TKI di Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (30/11/2014).

Mengutip antara dilansir covesia, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid membenarkan informasi terkait membengkaknya biaya penempatan dan melanggar aturan yang berlaku.

“Dalam prakteknya memang betul banyak sekali laporan. Insyaallah dalam waktu maksimal satu bulan akan saya benahi,” kata Nusron Wahid kepada para perwakilan TKI.

Perwakilan TKI yang berpartisipasi berasal dalam konferensi jarak jauh berasal dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Taiwan, Korea Selatan, Mesir, Arab Saudi dan Hongkong. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

2 × 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password