Harga Properti Naik, Pasar Terkoreksi

Jakarta – Kenaikan harga properti akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsid menyebabkan terjadinya koreksi pasar terhadap harga rumah di sejumlah lokasi.

Mengutip antara dilansis covesia, Senin (1/12/2014), Pengamat Properti Ali Tranghanda, menyebutkan, bahwa pasar sekunder ada yang mengalami koreksi. Namun, pasar yang dimaksud adalah bukan pasar sekunder sebenarnya.

“Koreksi pasar terjadi pada beberapa lokasi yang harga jualnya memang dahulu sudah ‘overvalue’ ketika dibeli dari pengembang (pasar primer),” kata Ali.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch itu, koreksi itu lebih pada kondisi “overvalue” dan tidak terkait dengan kebijakan BBM.

Hal itu, ujar dia, karena kenaikan harga BBM diperkirakan akan menaikkan harga produksi yang akan berimbas juga pada penaikan bahan bangunan yang berujung pada kenaikan harga jual properti.

Khususnya untuk properti yang akan diluncurkan tahun depan, lanjut dia, para pengembang harus menghitung ulang jadwal dan cara mengantisipasi kenaikan ini menyusul kenaikan harga yang tidak sejalan dengan pertumbuhan daya beli.

Ia memaparkan, untuk segmen menengah yang menggunakan KPR sebagai alternatif utama pembelian KPR, agaknya akan memperlihatkan penurunan pembelian karena pada saat yang sama BI rate naik menjadi 7,75 persen yang akan menyebabkan suku bunga ikut naik diperkirakan di awal 2015.

Terkait dengan fenomena “overvalue” harga rumah, Ali mengungkapkan bahwa pihaknya telah memperkirakan hal itu selama dua tahun terakhir ketika banyak pihak yang masih percaya harga akan terus naik. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

ten + five =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password