Leo Nababan : Kami Memutuskan Keluar dari Koalisi KMP

Leo Nababan  Kami Memutuskan Keluar dari Koalisi KMP Munas Partai Golkar di Ancol memutuskan keluar dari koalisi Merah Putih.(Foto: Antara)

Covesia.com - Lagi, sebuah keputusan fenomenal lahir dari Musyawarah Nasional IX Partai Golkar. Munas yang diselenggarakan oleh Presidium Penyelamat Partai Golkar di Ancol ini, memutuskan mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Artinya, Partai Golkar versi Presidium Penyelamat sudah keluar dari koalisi KMP yang memutuskan berada diluar pemerintahan.

Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Sidang Munas Golkar, Leo Nababan di Hotel Mercure, Minggu (7/12/2014).

"Munas kali ini memutuskan, dan akan ditetapkan hari ini juga, bahwa Partai Golkar mendukung pemerintah Jokowi-JK," tukasnya.

Dia mengungkapkan alasan, bahwa perubahan arah dukungan itu dikarenakan doktrin Partai Golkar sejak dulu adalah mendukung pemerintahan yang sah.

Dengan keputusan itu, Golkar kubu Presidium Penyelamat Partai Golkar pun menyatakan ke luar dari Koalisi Merah Putih.

Keputusan ini tentu sangat berbeda dari keputusan Munas di Nusa Dua, Bali, yang menyatakan tetap di Koalisi Merah Putih (KMP).

Munas di Ancol merupakan bentuk perlawanan sejumlah kader Golkar yang berseberangan dengan Aburizal Bakrie, yang baru saja terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum dalam Munas IX Partai Golkar di Nusa Dua, Bali.

Walaupun dalam acara Munas IX di Bali, terbit keputusan pemecatan 17 belas orang kader Golkar, termasuk Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Agus Gumiwang, dan Yorrys Raweyai.

Karena mereka dianggap melawan keputusan partai dengan membentuk presidium penyelamat Partai Golkar yang tidak diakui oleh kubu Aburizal legitimasinya.(ant/jmb)

Berita Terkait

Baca Juga