Pascabentrok TNI-Polri, Masyarakat Batam Masih Trauma

Covesia.Com – Pasca insiden bentroknya anggota Batalyon 134 Tuah Sakti dengan Brimob di Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam, yang terjadi beberapa waktu lalu telah mengganggu ketenangan masyarakat di kawasan Batam.

Hal ini tentunya mengundang beragam tanggapan dari masyarakat di Batam. Masyarakat masih trauma dengan bentroknya aparat keamanan negara yang berujung maut tersebut. Meskipun kondisi sekarang sudah kondusif, namun masyarakat masih sangat khawatir kasus ini akan berlanjut dan kembali bentrok.

Kadiman, salah satu masyarakat Batam, mengatakan, saat ini kondisi di Batam sudah aman, namun masyarakat masih waspada.

Bentrok TNI – POLRI yang menewaskan 1 orang anggota TNI dan melukai 1 orang warga sipil ini menyisakan trauma dan ketakutan yang luar biasa terhadap warga sipil yang melihat langsung kejadian tersebut.

“Keadaan sekarang sudah aman dan kondusif, tapi saya masih merasa trauma karena sebagai warga sipil saya sangat takut melihat suasana pada waktu itu. Saya berharap ini tidak akan terjadi lagi,” kata Martha, salah satu warga Balerang, kepada Covesia.Com, Selasa (2/12/2014)

Masyarakat berharap kasus bentrok yang melibatkan aparat keamanan seperti ini tidak terulang lagi. Karena jika aparat saja tidak bisa menjaga kedamaian mereka, bagaimana penduduk negara ini bisa merasa aman. (peb/bim)

0 Comments

Leave a Comment

thirteen − 12 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password