Tim Presedium Penyelamatan Golkar Wacanakan Munas Tandingan

Covesia.com – Munas ke IX Partai Golongan Karya (Golkar) di Nusa Dua Bali, membuat mantan Ketua Umum Pusat Angkatan Muda Golkar (AMPG) Yorrys Raweyai geram.

Yorrys saat dihubungi Covesia.com di Jakarta, Selasa (2/12/2014), mengatakan geram melihat Munas Golkar ke IX yang sedang berlangsung tersebut. Menurutnya Munas tersebut ilegal dan tidak memiliki keputusan yang mengikat untuk dipatuhi segenap anggota Partai Golkar.

“Kita anggap Munas di Bali itu ilegal. Maka sudah seharusnya semua penyelenggra Munas itu dibubarkan saja. Kalau perlu ditangkap. Kami tidak mengakui Ical sebagai Pimpinan Golkar. Mereka sudah langgar AD-ART Golkar,” ujar Yorrys.

Sebelumnya Yorrys dan beberapa anggota Presedium Penyelamat Partai Golkar di DPP Partai Golkar Slipi Jakarta Barat, telah memecat Ketau Umum Partai, Aburizal Bakri (Ical) dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham..

Lebih lanjut politikus senior Golkar kelahiran Papua Barat tersebut mengingatkan, Munas Golkar tetap digelar 15 Januari 2015, sesuai dengan keputusan Musyawarah Nasional Riau Tahun 2009. Saat ini Yorrys dimandatkan oleh Presedium Penyelamat Partai yang diketuai oleh Agung Laksono sebagai Ketua Persiapan Munas Golkar IX Tahun 2015.

“Tahun depan kami akan adakan Munas Golkar ke IX yang sah. Kita akan udang semua DPD I dan DPD II Golkar untuk hadir di Munas partai kita tahun 2015 mendatang,” tegasnya.

Seperti halnya Yorrys, mantan Komisi VI DPR-RI dari Partai Golkar Nurdiman Munir juga menggugat pelaksanaan Munas tersebut. Bahkan pihaknya mengancam akan membawa Ical, Nurdin Halid dan jajaran pengurus dibelakang Aburizal tersebut ke pengadilan.

“Kita sudah dengar rekaman Nurdin Halid, dan juga melihat secara gamblang konspirasi jahat mereka. Saya harap cepat selesai, agar nanti kita bawa mereka, Ical dan kroni-kroninya ke pengadilan,” ujar Nurdiman. (pjr/cal)

0 Comments

Leave a Comment

1 × 1 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password