Ada Jejak Karbon Unik di Meteorit “Mars” Maroko

Covesia.com – Hasil analisis terhadap meteorit yang jatuh di gurun Maroko tiga tahun lalu membangkitkan kembali teori mengenai kehidupan di Mars.

Pengamatan terhadap retakan di batuan tersebut mengungkap jejak karbon “unik,” menurut sebuah tim yang dipimpin Polytechnic School of Lausanne (EPFL) di Swiss. Karbon itu “memiliki kemungkinan asal mula biologis yang sangat tinggi.

“Sampai saat ini tidak ada teori lain yang menurut kami lebih menarik,” tambah Philippe Gillet, Direktur Earth and Planetary Sciences Laboratory di EPFL, Selasa (2/11/2014) sebagaimana dilansir AFP.

Meteorit yang diberi nama Tissint tersebut jatuh ke Bumi di hadapan beberapa saksi pada 18 Juli 2011, diyakini sebagai salah satu batuan yang berasal dari Mars yang kemungkinan ditabrak sebuah asteroid pada permukaannya dan melayang di luar angkasa sebelum mendarat di Bumi.

Studi itu, diterbitkan di jurnal Meteoritics and Planetary Sciences, berpendapat bahwa cairan yang mengandung senyawa karbon dengan asal mula biologis menginfiltrasi batuan “induk” meteoritnya pada suhu rendah. Jejak isotopisnya masih terdapat pada retakannya sampai saat ini, katanya.

Bukti untuk mendukung teorinya adalah rasio carbon-13 terhadap isotop carbon-12— sebuah proporsi yang, pada batuan Bumi, sama dengan batu bara, yang berasal dari sumber biologis.

“Bersikukuh pada hal yang tidak pasti bukanlah hal bijak, khususnya untuk topik sensitif seperti ini,” kata Gillet.

“Saya sangat terbuka dengan kemungkinan bahwa studi lain mungkin bertolak belakang dengan penemuan kami.”

“Namun simpulankami adalah teori-teori tersebut akan membangkitkan kembali debat mengenai kemungkinan keberadaan aktivitas biologis di Mars — setidaknya di masa lalu.” (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

three × five =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password