- Advertisement -
HomeNewsRefly Harun: Pendidikan S2 Koruptor di LP Harus Dikaji Ulang

Refly Harun: Pendidikan S2 Koruptor di LP Harus Dikaji Ulang

- Advertisement -

Covesia.com – Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin Bandung bekerjasama dengan Universitas Pasundan (Unpas) membuka pendidikan S2 untuk narapidana (Napi) koruptor.

Tercatat sebanyak 23 napi koruptor yang telah mendaftar dengan biaya pendidikan sebesar Rp. 30 juta sampai selesai. Sejumlah nama itu seperti Nazaruddin, Luthfi Hasan dan Rudi Rubiandini.

Terkait hal itu Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menegaskan Menteri Hukum dan HAM (menkumham) harus mengkaji ulang kelayakan rencana tersebut.

Menurutnya, walaupun fungsi LP memberikan hukuman dan pelatihan kepada mereka yang melakukan pelanggaran hukum untuk kembali menjadi orang yang baik. Namun sejauh ini pascapenahanan kebanyakan dari koruptor tidak ada penyesalan atau efek jera yang mereka rasakan.

“Sejauh ini tidak ada koruptor yang menyesal, malah biasanya yang merasakan penyesalan itu napi-napi kasus pembunuhan dan lainnya,” paparnya kepada covesia.com melalui telepon seluler, Rabu (3/12/2014).

Mantan ketua Tim Anti Mafia Mahkamah Konstitusi ini menyebutkan Menkumham harus mengevaluasi ulang dan mengaudit mengenai rencana ini. Apakah ada pihak yang mengambil keuntungan dari ini, jika ada beri sanksi tegas.

Dia mengkhawatirkan ini hanya sebagai upaya untuk mencari ruang kebebasan bagi koruptor. “Takutnya ini kan dijadikan celah untuk bebas dari mereka,” katanya.

Refly Harun juga menambahkan, jika LP ingin memberikan pendidikan terhadap napi, seharusnya dilakukan dengan tidak tebang pilih. Kesempatan ini juga diberikan kepada napi-napi lain bukan hanya terpidana koruptor. (utr/bim)

- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Related News
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 1 =