Ormas Pendiri Golkar Sebut Munas Bali Inkonstitusional

Jakarta – Beberapa ormas pendiri Partai Golkar menganggap pelaksanaan musyawarah nasional (Munas) IX Partai Golkar di Bali inkonstitusional. Diantara bebrapa organisasi pendiri Partai Golkar yang menolak Munas Bali antara lain, (Tri Karya), yakni Kosgoro 1957, Soksi, dan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan MKGR m

“Kami tidak akui Munas Golkar di Bali karena inkonstitusional. Tidak punya payung hukum jelas, melanggar AD/ART, dan sangat tidak demokratis,” ujar Ketua Umum Kosgoro 1957, Agung Laksono, dalam jumpa pers di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (3/12/2014).

Agung mengatakan, Munas di Bali merupakan Munas yang dibuat untuk memberi peluang besar kepada Aburizal Bakrie untuk kembali menjabat sebagai Ketua Umum Golkar. Hal tersebut terlihat dari berbagai kejanggalan yang timbul selama Munas.

Ia memberi contoh adanya perubahan sistem pemilihan yang dituangkan di dalam tata tertib agar pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dilakukan secara aklamasi. Berdasarkan hal tersebut, lanjut Agung, ketiga organisasi pendiri Golkar memberikan dukungan penuh untuk penyelenggaraan Munas IX Golkar pada Januari 2015 di Jakarta dan menolak pelaksanaan musyawarah nasional (Munas) IX Partai Golkar di Bali adalah inkonstitusional.(jmb)

0 Comments

Leave a Comment

seventeen − two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password