Cegah Kebocoran, DKI Jakarta Terapkan Sistem Parkir Meter

Covesia.com – Untuk menertibkan Kota Jakarta dari kesemrautan dan macet, akibat parkir liar, Dinas Perhubungan DKI Jakarta terus mencari terobosan efektif. Selain menerapkan sanksi tegas kepada pemarkir liar dengan tindakan menggembosi roda kendaraan, juga dilakukan penggerekan.

Kepala UPT Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Suhardi Sinaga kepada covesia.com, Rabu (3/12/2014) di kantor Dishub DKI, mengatakan telah menyediakan sistem pelayanan parkir modern berbasis meter dengan bekerjasama pihak Bank.

Parkir berbasis meter rencananya tidak hanya terpusat di lokasi-lokasi strategis di Kota Jakarta, namun juga akan disebarluaskan ke semua wilayah DKI. Hal ini menurut Sinaga, untuk menciptakan pelayanan yang aman, efektif dan mencegah kebocoran pendapatan daerah, serta peningkatan pendapatan daerah.

“Parkir berbasis meter yang kita terapkan ini nanti akan disebarkan di semua wilayah di Jakarta. Kami juga telah mengembangkan proses pelayanan parkir bekerjasamadenganpihak Bank DKI dan Bank terkait lainnya. Selain meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kami yakin sistem ini dapat meningkatkan pendapatan daerah dan mencegah bocornya pendapatan Jakarta di sektor Parkir. Untuk itu kami menggandeng Bank untuk bekerjasama menggarap lahan usaha ini,” jelas Sinaga.

Menurut Sinaga, sistem parkir meter DKI Jakarta saat ini telah beroperasi di Kelapa Gading Jakarta Barat. Sistemnya pun cukup modern karena pengguna kendara dapat membayar parkir melalui Bank yang telah ditetapkan pemprov DKI.

Lebih lanjut Sinaga menguraikan, pendapatan daerah melonjak setelah diterapkannya system berbasis meter tersebut.

“Dari survey yang sudah kami lakukan menunjukkan pendapatan daerah dari parkir di Jalan Sabang yang hanya Rp 500 ribu sehari sekarang meningkat Rp 15 Juta sehari. Tahun depan kami prediksi bisa naik 25 persen. Begitu juga di Gading, jalan Boulevard, dulu kita terima cuma Rp 8 juta, sekarang naik jadi Rp 170 juta perhari. Saya pikir sistem parkir meter yang terintegrasi dengan Bank ampuh mencegah kebocoran pendapatan kita. Dan juga pastinya akuntabel dan meningkatkan pelayanan parkir masyarakat Jakarta,” ujar Sinaga. (pjr/bim)

0 Comments

Leave a Comment

15 − six =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password