- Advertisement -
HomeNewsWaduh! Belasan PSK Maroko Dicokok Imigrasi di Puncak Bogor

Waduh! Belasan PSK Maroko Dicokok Imigrasi di Puncak Bogor

- Advertisement -

Covesia.com– Setelah berhasil menangkap 2 orang Pekerja Seks Komersial (PSK) berkebangsaan Maroko, petugas Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, Jawa Barat juga sukses mencokok 17 orang lainnya, Rabu (3/12/2014) malam.

Para petugas ini berhasil mencokok mereka, setelah melakukan penyamaran untuk bertransaksi.

Ternyata, diluar dugaan petugas Keimigrasian menemukan belasan Warga Negara Asing (WNA) berjenis kelamin perempuan yang tengah duduk santai seperti sedang menunggu tamu.

“Mereka yang kami gerebek semuanya perempuan, dan total keseluruhannya berjumlah sebanyak 19 orang. Setelah sebelumnya kami menangkap 2 orang ditempat yang berbeda”.

Mereka semua, berprofesi sebagai PSK, sebut Kepala Kantor Imigrasi Kelas II, Bogor, Herman Lukman yang didampingi Kasubid Penyidikan Keimigrasian, Bambang Catur saat ditemui wartawan.

Herman juga menuturkan, belasan perempuan yang kami gerebek itu, semuanya berkebangsaan Maroko.

Mereka semua datang ke Indonesia menggunakan visa kunjungan sebagai turis. Setibanya di Puncak, Bogor para turis tersebut tinggal di sebuah vila di kawasan Puncak dan bekerja sebagai PSK.

Dia juga menyebutkan, para calo PSK Maroko ini sepertinya sudah terorganisir dengan baik. Pasalnya, saat petugas melakukan penggerebekan mereka malah menantang dan mengajak kami bernegoisasi.

Pihak Imigrasi juga sempat tertahan, dan harus menemui beberapa orang sebelum membawa para PSK tersebut. Sepertinya mereka mempunyai beking dalam usaha esek-esek ini, ujarnya.

Para PSK yang berasal dari Benua Afrika Utara ini, oleh para calo dan pelanggan setianya mereka dijuluki “Maghribi”.

Sedangkan pelanggan Maghribi, menurut Kepala Kantor Imigrasi Bogor, adalah para wisatawan asal Timur Tengah dan lainnya yang berkunjung ke kawasan Puncak.

“Untuk tarifnya, PSK ini bisa mencapai Rp 5 juta setiap kencan,” terangnya.

“Diduga, tamunya juga turis asing,” kata Herman Lukman di kantor Imigrasi Bogor, Jalan A Yani, Kota Bogor, Rabu (3/12/2014) malam.

Di kantor Imigrasi, perempuan-perempuan dengan wajah cantik dan berkulit putih tersebut terlihat terus menutupi wajahnya.

Tidak seorangpun yang bersedia didekati dan diwawancara media. Bahkan, para PSK itu sempat marah dengan bahasa mereka, saat tahu banyak wartawan yang meliput penangkapan mereka.(jmb/ant)

- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Related News
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × four =