Indek Nikkei Dibuka Turun, Shanghai Merosot

Indek Nikkei Dibuka Turun Shanghai Merosot Ilustrasi Bursa Efek Tokyo. (sumber: frontroll.com)

Covesia.com - Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo turun 190,03 poin menjadi 17.623,35 di awal perdagangan.

Melawan tren penurunan keseluruhan pada Rabu, saham Skymark naik 9,09 persen menjadi 252 yen dalam beberapa menit pertama perdagangan.

Secara keseluruhan pergerakan di lantai bursa saham di Tokyo dibuka 1,07 persen lebih rendah pada Rabu (10/12/2014), menyusul penurunan pasar saham global karena kekhawatiran pengetatan peraturan pinjaman di Tiongkok dan ketidakpastian politik di Yunani.

Mengutip AFP, maskapai penerbangan yang sedang kesulitan itu mendapat dorongan dari laporan media bahwa pihaknya berencana mencari bantuan dari All Nippon Airways sementara mempertahankan pembicaraan kerja sama dengan saingan ANA, Japan Airlines.

Pasar ekuitas turun secara global pada Selasa.

Bursa saham Shanghai merosot lebih dari lima persen karena aksi ambil untung setelah pihak berwenang mengumumkan aturan pinjaman lebih ketat pada Senin sore, dalam sebuah langkah yang dilihat sebagai pengawasan ketat pada perdagangan spekulatif.

"Ombak merah" di layar perdagangan berlanjut di Eropa karena kekhawatiran krisis di Yunani dan serangan lain gejolak zona euro. Itu kemudian mencapai sejauh Argentina, di mana saham jatuh lebih dari tujuh persen karena pasar minyak suram.

Saham Yunani anjlok 12,78 persen. Tetapi di New York, Dow Jones Industrial Average mempersempit kerugian tajam pada awal perdagangan.

Indeks saham unggulan ditutup turun 0,29 persen pada 17.801,20 karena investor AS telah menunjukkan keyakinan beli pada saat turun yang kuat sepanjang tahun dan tcenderlanjut pada Selasa.

Yen, dianggap tempat yang aman di saat gejolak, melonjak terhadap dolar dan euro.

Dolar berada di 119,44 yen pada Rabu pagi, turun dari 119,63 yen di New York pada Selasa sore dan 120,18 yen di Tokyo pada Selasa pagi.

Euro jatuh ke 147,90 yen dari 148,01 yen, sementara diambil 1,2386 dolar terhadap 1,2378 dolar. (ant/cal)

Berita Terkait

Baca Juga