Januari 2015, Penyatuan “Airport Tax” Dimulai

Covesia.com – Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menegaskan masa transisi penerapan penyatuan pajak bandara (“airport tax”) atau “passenger service charge” dengan tiket selama dua bulan.

“Pasti, mulai 1 Januari 2015, semua maskapai penerbangan wajib menerapkan penyatuan “airport tax” ke dalam harga tiket pesawat. Untuk masa transisinya sampai 1 Maret 2015,” katanya di Semarang, Kamis (4/12/2014).

Hal tersebut diungkapkan Jonan usai meninjau beberapa simpul transportasi di Kota Semarang, seperti Bandara Internasional Ahmad Yani, Pelabuhan Tanjung Emas, dan Stasiun Tawang Semarang. Penerapan masa transisi itu, kata dia, mengingat ada tiket yang sudah dijual sebelum pengumuman penyatuan pajak bandara dengan tiket, mungkin dibeli 90 hari sebelumnya atau empat bulan sebelumnya.

“Maka, transisinya sampai 1 Maret 2015. Setelah itu, jika ada yang masih melanggar, kalau perlu saya cabut izin operasinya. Kenapa harus pusing,” tukas mantan Direktur Umum PT KAI tersebut.

Sebelumnya, Menhub Ignasius Jonan meminta kepada seluruh maskapai penerbangan nasional untuk menyatukan pajak bandara ke dalam harga tiket untuk mempermudah pelayanan penumpang.

“PSC (airport tax) didorong memakai standar pelayanan minimum agar semua bandara tidak repot (disatukan) di tiket saja,” katanya, usai bertemu dengan pihak Maskapai Garuda Indonesia di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Rabu (5/11).

“Semua maskapai harus mau, PSC cuma masalah IT (teknologi informasi) saja, mekanisme urusan AP (Angkasa Pura) II, maskapai (kalau tidak mau), dipaksa,” tukasnya.

Pasalnya, “airport tax” untuk Maskapai Garuda Indonesia diberlakukan dari Rp40.000 hingga Rp75.000 (untuk bandara tertentu) dan di luar harga tiket. Untuk itu, Jonan mengingatkan jika PSC tersebut terpisah, akan lebih membebani penumpang. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

one × 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password