Pelanggaran HAM Bagi Anak dan Perempuan di Sumbar Meningkat

Pelanggaran HAM Bagi Anak dan Perempuan di Sumbar Meningkat (ylbhi.or.id)

Covesia.com - Pelanggaran Hak Azazi Manusia terhadapap anak dan Perempuan di Sumatera Barat terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun.

"Untuk tahun 2014 ini, dari catatan kita terdapat 57 kasus Pelanggaran HAM yang dialami oleh Anak-anak dan perempuan, jumlah tersebut mengalami peningkatan dari jumlah tahun yang lalu yang berjumlah 46 kasus," tutur Staf Divisi Penanganan kasus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Ade Putra kepada covesia.com, Rabu (10/11/2014).

Dilanjutkannya, peningkatan 20 persen jumlah kasus yang diperkirakan pihaknya dari tahun yang lalu tersebut masih dilatar belakangi oleh prilaku menyimpang dari orang-orang terdekat korban.

"Orang terdekat seperti, Ayah, suami dan Kakek korban masih merupakan aktor utama pelaku tindak kekerasan terhadap Anak dan Perempuan," katanya lagi.

Disamping itu, pihaknya juga mencatat bahwa Kota Padang menjadi lokasi yang paling banyak terjadinya kasus kekerasan tersebut, disamping Kabupaten Tanah datar yang berada di urutan kedua.

"Tiga wilayah di Sumbar lainnya, seperti Kabupaten Pasaman, Kabupaten Sijunjung dan Kota Sawahlunto tidak ditemukannya kasus kekerasan tersebut," tambahnya.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Cabang Sumatera Barat, soroti prihal, lemahnya , supremasi hukum dan pemenuhan Hak Asasi Manusia, yang terjadi di Indonesia.

"Bahwa hukum memiliki kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Baik penguasa, rakyat maupun negara harus tunduk pada hukum. Supremasi hukum juga tidak hanya sebatas tersedianya peraturan, tetapi lebih dari itu adalah tersedianya kemampuan menegakkan kaidah hukum," tutur Ketua PBHI Sumbar, Firdaus, Rabu (10/11/2013). (adi/cal)

Berita Terkait

Baca Juga