Ternyata, Penjual Miras Maut di Garut Adalah Pasutri

Covesia.com – Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat mengatakan pihaknya telah menangkap pasangan suami istri (pasutri) penjual minuman keras oplosan, yang menyebabkan 20 orang keracunan dengan 16 orang di antaranya tewas.

“Dua orang penjual minuman keras oplosan telah ditangkap. Mereka berdua pasangan suami istri yang diduga kuat menjual miras oplosan, jelas Waka Polres Garut, Kompol Irfan Nurmansyah pada wartawan, Kamis (4/12/2014).

Dituturkan juga, kedua tersangka suami istri penjual miras maut di Garut ini, berinisial R (52) dan Y (40). Mereka ditangkap di rumahnya di Kecamatan Leles, Garut, Kamis sore tadi.

Dalam pemeriksaan, kedua orang tersebut mengaku menjual minuman keras di sebuah tempat di sekitar Jalan Guntur Melati, Kecamatan Tarogong Kidul.

“Sementara mereka mengaku penjual, kalau peracik dan pembuat miras jenis ini kita masih diselidiki lebih lanjut,” kata Irfan.

Lanjut Irfan, kedua tersangka mengaku bahwa miras oplosan yang dijualnya berasal dari seseorang asal Kabupaten Bandung. Pihaknya kini sedang mengejar pemasok miras tersebut.

Miras oplosan ini pun dikenal di kawasan Garut dengan sebutan Cherrybelle dan dijual seharga Rp 10.000 per kantong plastik. Karena terbilang murah, miras ini paling diminati, sebagian besar oleh para pemuda dan anak dibawah umur.

Diberitakan sebelumnya, 16 warga Garut tewas setelah menenggak minuman keras oplosan.(ant/jmb)

0 Comments

Leave a Comment

twelve + eight =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password