KY: Seleksi Calon Hakim MK Melanggar Prinsip Transparansi

Covesia.com

– Seleksi calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang diselenggarakan Mahkamah Agung (MA) secara tertutup dinilai telah melanggar prinsip transparansi.

“Rekrutmen hakim MK menurut pasal 19 dan 20 UU MK wajib transparan, partisipasip, obyektif dan akuntabel. Artinya, jika uji kelayakan calon hakim MK tertutup itu melanggar prinsip transparansi,” kata Komisioner Komisi Yudisial (KY), Taufiqurrahman Syahuri di Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Dia juga mengkritik tim panel pewancara yang tidak ada ahli konstitusi/ketatanegaraan sehingga telah melanggar prinsip akuntabel.

“Lucu kalau calon hakim MK diuji oleh ahli hukum pidana perdata, TUN dan Islam, tanpa ada ahli konstitusi. Jika Tim pansel dan penguji hanya tim internal, maka melanggar prinsip obyektivitas,” katanya. Menurut Taufiq, jika seleksi hakim MK melanggar prinsip tersebut maka patut dipersoalkan legalitasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, MA telah memutuskan dan meloloskan dua calon hakim Mahkamah Konstitusi yakni Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar Dr Suhartoyo SH MH dan Wakil Ketua PT Bangka Belitung Dr Manahan MP Sitompul SH MH.

Kedua calon tersebut telah lolos hasil penilaian profil assesment dan wawancara, sehingga mengalahkan tujuh calon lainnya. Ketujuh calon yang tidak lolos adalah Hakim Konstitusi Ahmad Fadlil Sumadi, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Aceh Nardiman, Hakim Tinggi Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Arifin Marpaung, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Muhammad Rum Nessa, Hakim Tinggi Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Santer Sitorus, Hakim Tinggi Pengadilan Agama Semarang Arsyad Mawardi dan Ketua Pengadilan Tinggi Palembang Nommy Siahaan. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

one + eleven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password