Ini Sumber Kekayaan 10 Orang Terkaya di Indonesia

Covesia.com – Majalah forbes kembali merilis orang-orang terkaya di Indonesia tahun 2014. Dalam beberapa tahun belakangan ini posisi puncak orang tajir di Indonesia dikuasai kakak beradik sang pemilik group Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono. Berikut biografi dan sumber kekayaan 10 orang terkaya di Indonesia yang dihimpun covesia dari berbagai sumber.

  • Robert Budi & Michael Hartono (USD 16,5 miliar)

Peringkat pertama orang terkaya di Indonesia ini sudah enam kali dipertahankan Robert dan Michael Hartono. Kekayaannya saat ini mencapai 16,5 miliar dollar atau setara dengan 202 triliun rupiah. Robert dan kakaknya Michael Budi Hartono mewarisi perusahaan Djarum setelah ayahnya meninggal.

Pada saat itu pabrik perusahaan Djarum baru saja terbakar, kemudian di tangan dua bersaudara Hartono, perusahaan Djarum bisa bertumbuh menjadi perusahaan raksasa. Di Indonesia, produksi Djarum mencapai 48 milyar batang pertahun atau 20% dari total produksi nasional. Pemilik saham terbesar Bank BCA ini juga berinvestasi di sektor perbankan, properti, agrobisnis, elektronik, multimedia, dan olahraga.

  • Susilo Wonowidjojo (USD 8 miliar)

Cai Daoping adalah nama lain penguasaha yang lahir di Kediri Jawa Timur ini. Ia dikenal sebagai pebisnis yang ramah dan memiliki pribadi yang menyenangkan. Beliau juga tergolong seorang pebisnis yang dermawan karena selalu mengamalkan uang hasil bisnisnya untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Saat ini Susilo Wonowidjojo menjabat sebagai Presiden Direktur PT Gudang Garam. Gudang Garam memiliki berbagai macam produk yang sudah mendunia. Karena itulah, adik Rahman Halim ini menempati peringkat kedua sebagai orang terkaya di Indonesia dengan harta kekayaan setara dengan 99,2 triliun.

  • Anthoni Salim (USD 5,9 miliar)

Lahir dari pada tanggal 25 Oktober 1949, pengusaha ini merupakan putra dari Sudono Salim, pendiri Salim Group. Awalnya, Salim Group pernah mengalami kegagalan yang karena krisis ekonomi tahun 1998.

Sejak saat itu, Anthony bertekad agar PT Indofood berekspansi. Anthony bahkan bekerjasama dengan Nestle S.A untuk memperbesar pangsa pasarnya. Strateginya dalam memimpin perusahaan tergolong berhasil. Dengan manajemen yang baik, saat ini kekayaan Anthoni sekitar 73.16 triliun rupiah.

  • Eka Tjipta (USD 5,8 miliar)

Dengan kekayaan 60 triliun rupiah, saat ini Eka Tjipta Widjaja menempati posisi keempat dengan total kekayaan mencapai 71.9 triliun. Eka Tjipta dilahirkan pada tanggal 3 Oktober 1923 di Tionghoa.

Kemiskinan di masa kecilnya, membuat ia Ia pindah ke Indonesia pada usia 9 tahun. Melalui Sinar Mas Group, Eka membuka bisnis bisnis pembuatan kertas, agribisnis, properti, dan jasa keuangan.

  • Sri Prakash Lohia (USD 4,4 miliar)

Meskipun lahir di Kolkata India pada pada tanggal 11 Agustus 1952, Putra dari pasangan M.L. Lohia dan Kanchan Devi Lohia ini sudah lama tinggal di Indonesia sejak tahun 1974. Ia merupakan lulusan dari University of Delhi pada tahun 1971 dengan gelar Bachelor of Commerce.

Saat datang ke Indonesia bersama ayahnya, Lohia medirikan Indorama Synthetics, perusahaan pembuatan benang pintal. Tahun 2006, Lohia mengakuisisi pabrik olefin di Nigeria yang merupakan perusahaan petrokimia terbesar di Afrika Barat.

Saat ini Indorama berpusat di Singapura. Tidak hanya menempati peringkat lima sebagai orang terkaya dengan kekayaan 54,6 trilun, Lohia juga sering memeroleh penghargaan salah satunya Pravasi Bharatiya Samman Award (Overseas Indian Award) dari Presiden India tahun 2012.

  • Chairul Tanjung (USD 4,3 miliar)

Nama ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda. Pengusaha yang juga mantan menko perekonomian dalam KIB 2 ini adalah pemilik Para Group yang membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV, Trans 7 dan Bank Mega. CT panggilan akrab Chairul, lahir pada di Jakarta 16 Juni 1962. Ia memiliki kekayaan sebesar 53,32 triliun rupiah sehingga menempati peringkat enam orang terkaya di Indonesia.

Alumni Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini merintis usahanya sejak di bangku kuliah dengan membuka jasa foto kopi di kampus serta menjual alat-alat kesehatan. Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang. Di bawah grup Para, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial, penyiaran, dan multimedia.

  • Boenjamin Setiawan (USD 3,5 miliar)

Sebelum terjun ke bidang bisnis, Boenjamin menjadi menjadi dosen. Ia meraih gelar dokter dari Universitas Indonesia dan Ph.D. bidang farmakologi dari University of California, AS. Sepulang dari Amerika Serikat, pria kelahiran Tegal 23 September 1993 ini bersama enam orang adiknya mendirikan PT Kalbe Farma yang bergerak di bidang farmasi. Awalnya, Kalbe Group hanya bergerak di bidang kesehatan, lalu berkembang di sektor makanan kesehatan, bisnis pengepakan, distribusi, pergudangan, sarana riset modern, pendidikan (Kalbis Institute) dan rumah sakit. Berkat bisinisnya ini, Boenjamin menempati peringkat ketujuh sebagai orang terkaya dengan kekayaan mencapai 43,4 triliun rupiah.

  • Mochtar Riady (USD 2,7 miliar)

Orang terkaya kedelapan ini sudah bercita-cita menjadi seorang bankir di usia 10 tahun. Ketertarikan pengusaha yang lahir di Malang pada tanggal 12 Mei 1929 ini dikarenakan setiap pulang sekolah melewati kantor Nederlandsche Handels Bank (NHB) dan melihat para pegawai bank yang berpakaian perlente dan kelihatan sibuk.

Riady memiliki filosofi tersendiri yang ia sebut sebagai Lie Yi Lian Dje. Lie berarti ramah, Yi memiliki karakter yang baik, Lian adalah kejujuran, sedangkan Dje adalah memiliki rasa malu. Konsisten dengan filosofinya, sekarang ingin Riady sudah memiliki kekayaan 33.4 triliun rupiah.

  • Peter Sondakh (USD 2,3 miliar)

Sondakh yang pernah gagal berbisinis ini mulai memperluas bisnis ayahnya dan pada tahun 1984, Rajawali Corporation. Pengusaha kelahiran Manado, 23 Juli 1953 ini pernah bekerja sama dengan Bambang Trihatmodjo sebagai mitra bisnis pertamanya.

Bersama-sama, mereka membangun Grand Hyatt di Jakarta dan jaringan televisi swasta pertama di Indonesia Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). Hingga saat ini, dengan 49 perusahaan yang dimilikinya, Sondakh menjadi orang terkaya kesembilan dan total kekayaan mencapai 28,52 trilun rupiah.

  • Sukanto Tanoto USD 2,1 miliar)

Mengawali usaha sebagai distributor peralatan bagi perusahaan minyak negara Pertamina, Sukanto mengokohkan diri di peringkat kesepuluh sebagai orang terkaya di Indonesia. Tanoto yang pernah merintis usaha di bidang kehutanan ini lahir di Belawan, pada 25 Desember 1949. Anak sulung dari tujuh bersaudara ini pernah berhenti sekolah karena situasi politik pada orde baru.

Dia juga tidak dapat meneruskan sekolah ke sekolah nasional karena ayahnya masih berkewarganegaraan Tiongkok. Usaha Tanoto mulai pesat setelah terjadi krisis minyak di tahun 1972 yang menyebabkan harga minyak dunia melambung. Kemudian, ia pun tertarik dengan bisini ekspor-impor kayu tahun 1973. Tahun ini kekayaan Tanoto sudah mencapai 26 triliun rupiah. (osd/lif)

0 Comments

Leave a Comment

20 − 9 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password