Usaha BPLS Tangani Lumpur Lapindo tak Mulus

Covesia.com – Usaha Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) untuk menahan lumpur lapindo nampaknya tidak berjalan mulus. Pasca jebolnya tanggul lumpur lapindo beberapa waktu lalu seakan memperlihatkan bahwa lahan Sidoarjo perlahan-lahan akan habis direndam lumpur.

Pakar lingkungan Universitas Negeri Padang, Eri Barlian, melihat sejauh ini tidak banyak yang bisa dilakukan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) untuk mengatasi bencana lumpur lapindo.

“BPLS hanya bisa membangun tanggul untuk menahan lumpur ini, tidak ada yang lain,” kata Eri kepada covesia.com, Jumat (5/12/2014)

Eri menyebutkan, terkait meluasnya lahan yang terkena lumpur lapindo, sudah pasti memiliki dampak negatif terhadap kualitas hidup masyarakat wilayah Sidoarjo. Lumpur lapindo tentu saja berdampak buruk terhadap lingkungan hidup bagi seluruh makhluk hidup di wilayah tersebut.

Alasannya, lanjut Eri, lumpur lapindo sudah banyak merenggut lahan hijau yang ada di wilayah Sidoarjo. Jika lahan hijau di Sidoarjo terus-menerus hilang, maka bisa dipastikan wilayah tersebut tidak sehat untuk ditempati oleh makhluk hidup, terutama manusia. Kandungan lumpur lapindopun bisa saja berdampak terhadap kesehatan masyarakat di lingkungan tersebut.

“Jika manusia saja tidak beradaptasi dengan lumpur lapindo, apalagi tumbuh-tumbuhan dan binatang,” ujar Eri.

Pasalnya, jika dibandingkan dengan makhluk hidup yang lain, manusia adalah makhluk hidup yang paling sempurna beradaptasi dengan lingkungan baru. (peb/bim)

0 Comments

Leave a Comment

one × one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password