500 Bangunan Liar di Bantaran Kali Apuran Akan Dibongkar

Covesia.com – Normalisasi sungai merupakan agenda prioritas Pemprov DKI di era kepemimpinan Basuki Tjahaya Purnama. Salah satu cara restorasi sungai di Jakarta tersebut adalah dengan mensterilisasikan bantaran sungai dari bangunan liar.

Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Syamsuddin Lologao mengatakan, banyaknya pemukiman liar yang berdiri di sepanjang Bantaran kali, membuat penyempitan dan menyumbat aliran sungai di Jakarta.

“Kalau kita mau Jakarta aman, bebas dari banjir maka sungai-sungai kita harus pastikan steril dari penyumbatan. Salah satunya dengan menertibkan bangunan lair di sepanjang bantaran kali,” ujar Syamsudin kepada covesia.com di Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Saat ini yang sudah terdata pasti oleh Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, sebanyak 500 bangunan yang akan dibongkar di dua wilayah tersebut. Data yang dimiliki Syamsudin menunjukkan hunian liar tersebut terletak di bantaran Kali Apuran RW 01 dan 07 Kelurahan Kedaung Kaliangke.

Kemudian di RW 07 dan 10, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Kedua lokasi tersebut adalah wilayah yang akan dibongkar.

“Memang ada dua RW yang akan kami bongkar. Disana rencananya akan kami jadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Jakbar kan masih kekurangan lahan RTH. Juga kami akan bangun jalan Inpekasi juga,” katanya.

Dari hasil pemantauan lapangan covesia.com, terdapat 991 kepala keluarga (KK) yang akan dipindahkan. Namun tidak semuanya mengetahui rencana Pemkot Jakbar tersebut. Bahkan tidak sedikit yang menolak kebijakan tersebut. Menanggapi hal itu, Sekko Jakarta Barat berdalih sudah melakukan sosialisasi.

“Kami rasa sudah sosialisasi di dua wilayah itu. Sekarang mereka kami himbau untuk siap-siap saja kalau nanti harus di bongkar. Mereka yang tinggal di bantaran kan berdiri di lahan negara, ya harus ditertibkan. Kebijakan pemerintah harus kita jalani. Toh ini untuk kebaikan kita bersama,” ulasnya.

Rencananya proyek pembangunan jalan-jalan Inpeksi di dua wilayah kelurahan tersebut akan dilakukan pada Januari 2015. Namun pengosongan bangunan akan dimulai pada Desember 2014.

“Lebar Kali Apuran nanti jadi 25 meter, dan akan kita bangun 2,8 kilometer jalan Inspeksi di kawasan itu nanti. Kami targetkan tidak akan ada lagi banjir dan macet di lokasi itu,” kata Syamsudin. (pjr/bim)

0 Comments

Leave a Comment

8 − 7 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password