Beginilah Proses Penemuan Orangutan dengan 40 Peluru

Covesia.com – Kasus orangutan yang sekarat dang 40 peluru yang akhirnya meninggal usai dioperasi tim medis dari Yayasan BOS Nyaru Menteng, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), menambah daftar panjang kematian orangutan di Indonesia.(baca: Sekarat! Seekor Orangutan Ditembus 40 Peluru)

Mengutip orangutan.or.id dilansir covesia, Sabtu (6/12/2014), inilah kronologis penemuan orangutan malang itu.

Berdasarkan lembar kronologi yang dibuat dan ditandatangani oleh pihak perusahaan, yaitu oleh Bapak Arifin Susilo, Bapak Seno, dan Bapak Nyoto Suroso, orangutan itu ditemukan dalam kondisi lemah dan terluka hari Rabu (3/12/2014) pukul 06.30 Wib, di Blok F37 – Afdeling 7 PT. Surya Inti Sawit Kahuripan oleh karyawan perawatan.

Penemuan itu segera dilaporkan kepada BKSDA yang kemudian mengevakuasi orangutan dan menyerahkannya ke Yayasan BOS di Nyaru Menteng, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya pada keesokan harinya.

Yayasan BOS sendiri sudah memiliki daftar yang panjang berkaitan dengan orangutan-orangutan yang berasal dari berbagai areal perkebunan milik Makin Group. Total seluruhnya Orangutan yang berasal dari kawasan perusahaan milik Makin Group berjumlah 166 individu.

Sebanyak 100 individu sudah berhasil ditranslokasikan ke hutan-hutan sekitar yang masih aman. Sedangkan 19 individu akhirnya mati, termasuk orangutan betina yang terakhir diserahkan kepada Yayasan BOS.

Sementara itu 47 orangutan kini masih dalam perawatan di Nyaru Menteng, dengan 44 diantaranya bisa dilepasliarkan kembali dan sedang menunggu gilirannya untuk kembali ke alam bebas, sementara tiga lainnya tidak dapat dilepasliarkan dan harus tetap dirawat seumur hidupnya di Yayasan BOS Nyaru Menteng. (cal)

0 Comments

Leave a Comment

five + 8 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password