Kebijakan Membatasi Pesepeda Motor di DKI Bukan Solusi Jangka Panjang

Covesia.com – Kebijakan pembatasan sepeda motor di ruas Jalan MH Thamrin hingga Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat oleh Pemprov DKI dinilai bukan solusi jangka panjang, dan terkesan diskriminatif.

Pelarangan pengendara roda dua masuk jalan MH Thamrin dan Merdeka Barat menurut Pengamat Transportasi Danang Parikesit, akan menciptakan kemacetan yang lebih besar di seputar dua ruas jalan tersebut.

“Kebijakan itu jelas bukan solusi jangka panjang, efeknya nanti bisa lebih parah. Kemacetan akan menumpuk di Ring Road seputar dua arus jalan itu. Angka kecelakaan bisa meningkat karena kebijakn pelarangan itu nanti,” ujar Pengamat Transportasi Danang, kepada covesia.com, Sabtu (6/12/2014).

Selain kebijakan Pemprov DKI yang tidak solutif tersebut, Danang juga menilai kebijakan tersebut akan menimbulkan stigam negatif bagi pemerintah.

“Ribuan masyarakat penguna kendaraan roda dua pasti akan merasa terdiskreditkan oleh Pemprov DKI. Mereka bayar pajak, uang pajak mereka dipakai untuk bikin jalanan. Tapi kebebasan mereka mengunakan fasilitas jalan justru dibatasi,” kata Danang.

Drinya menyarankan, jika arah kebijakan tersebut adalah untuk mengurangi kemacetan, solusi terbaik adalah mendorong penguna kendaraan pribadi ke transposrtasi umum. Namun tentunya dengan perbaiki kulaitas transportasi umum kota yang sepandan.

“Harus sediakan angkutan publik yg sepadan, dengan angkutan pribadi. Baik dari segi kualitas maupun efesiensi waktu. Kalau tidak sepadan ini tidak akan menarik penguna kendarraan pribadi mengunakan angkutan umum,” tambahnya.

Lebih lanjut Danang mengatakan Perbaikan kulalitas transportasi umum kota, bisa menjadi juga solusi mengurangi polusi dan kecelakaan kendaraan di kota besar seperti Jakarta. (pjr/cal)

0 Comments

Leave a Comment

3 × one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password