Cari Keadilan, Udar Laporkan Kejagung ke Komjak dan Komnas HAM

Cari Keadilan Udar Laporkan Kejagung ke Komjak dan Komnas HAM Ilustrasi kantor Komnas HAM. (sumber: bantuanhukum.or.id)

Covesia.com- Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Udar Pristono terus berupaya mencari keadilan. Upaya tersebut tak hanya melaporkan ke Bareskrim Polri, tapi juga mengadukan Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Komisi Kejaksaan (Komjak) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusi (Komnas HAM).

"Untuk itu, kita juga melaporkan hal ini ke Komjak. Namun sampai sekarang belum ada rekomendasi dari Komjak. Kita juga melapor ke Komnas HAM," kata Pengacara Udar Pristono, Tonin Tachta Singarimbun di Mabes Polri, Jumat (12/12).

Toni menilai kasus dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta tahun 2013 yang menjadikan Udar tersangka penuh kejanggalan.

Sebab, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan tidak ada kerugian negara pada proyek pengadaan bus Transjakarta. Pernyataan adanya kerugian negara justru berasal dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"BPKP tidak berwenang menyatakan kerugian negara. Tapi yang berwenang itu adalah BPK. Sekarang ini justru sebaliknya," tukas Tonin.

Diketahui, Kejaksaan Agung menetapkan Udar Pristono sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Bus Transjakarta (BKTB) berkarat pada anggaran Dinas Perhubungan DKI tahun 2013 senilai Rp1,5 triliun. Kejagung juga menjerat Udar dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Bahkan sejumlah aset milik Udar sudah disita Kejagung.

(hat/lif)

Berita Terkait

Baca Juga