Perusahaan Periklanan Indonesia Hadapi Tantangan Berat

Perusahaan Periklanan Indonesia Hadapi Tantangan Berat Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) P3I Sumbar, Jumat (12/12/2014). (Foto : Andri/Covesia)

Covesia.com - Pertumbuhan periklanan di Sumatera Barat (Sumbar) pada tahun 2014 cenderung datar. Hal tersebut disebabkan oleh situasi politik dan perekonomian yang belum kondusif di Indonesia, khususnya di Sumbar.

"Perusahaan yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) lebih banyak melakukan periklanan outdoor akan menghadapi tantangan yang sangat berat ke depannya," ungkap Ketua P3I Sumbar, Deni Masriyaldi dalam Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) P3I Sumbar, Jumat (12/12/2014).

Menurut Deni, seiring perkembangan teknologi dimana mayoritas pengusaha periklanan di Sumbar bergerak di periklanan outdoor seperti bilboard, baliho dll, saat ini orang lebih cenderung beriklan di media online, maupun iklan videotron. Hal ini tentu akan berdampak pada penurunan jumlah pengiklan di masa yang akan datang.

Deni menyebutkan hal lain yang menjadi permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha periklanan yaitu adanya aturan tentang larangan iklan rokok. Padahal iklan rokok itu yang paling dominan menjadi pemasukan bagi pengusaha periklanan dengan jumlah mencapai sebesar 60-65 persen.

Dia mengarapkan kepada pemerintah agar kebijakan tersebut ditinjau kembali. "Selain itu, adanya kebijakan Pemerintah Kota Padang tentang sewa tanah periklanan, juga akan memberatkan pengusaha periklanan," ujarnya. (and/bim)

Berita Terkait

Baca Juga