Beredar di Facebook, Video Dua Anggota DPRD di Sumbar Saat Sedang Nyabu

Covesia.com – Video dua orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat saat mengkonsumsi narkoba viral di media sosial Facebook.

Dalam video yang di unggah oleh akun facebook Marsya Agustien 15 jam yang lalu, dan telah dibagikan lebih dari 14 ribu kali ini memperlihatkan, dua wakil rakyat tersebut sedang berada dalam sebuah ruangan, namun tak dijelaskan waktu dan tempat video itu diambil.

“Apa pendapat anda tentang Video 2 oknum DPRD Kab. di provinsi Sumbar sedang mengkonsumsi Narkoba jenis sabu. Coment ya,” tulis Marsya Agustien dalam keterangan videonya.

Menanggapi hal tersebut, ketua DPRD Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Faisal Arifin menyatakan akan memanggil kedua politisi tersebut.

“Saya sudah melihat langsung rekaman video tersebut, rencananya pada Senin (10/10) DPRD melakukan rapat tertutup bersama Badan Kehormatan untuk membahas persoalan itu,” kata Faisal dilansir dari Antara, Jumat (7/10).

Ia membenarkan dalam video tersebut merupakan Salman Hardani dari Partai PDIP, dan Januar Bakri politisi Partai Demokrat.

Selain mengadakan rapat dengan BK, DPRD setempat juga akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat terkait pengusutan kasus tersebut.

“Nantinya kami juga meminta kepada pihak kepolisian agar melakukan tes urine secara mendadak kepada seluruh anggota dewan,” jelasnya.

Ia mengaku sejauh ini belum ada melakukan koordinasi dengan dua anggota DPRD tersebut. Apabila terbukti adanya pelanggaran kode etik, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga tersebut dengan melakukan koordinasi bersama partai pengusung.

“Secara pribadi saya tidak bisa memutuskan sanksi apa yang diberikan apabila terbukti adanya pelanggaran hukum dan kode etik, karena semua memiliki mekanisme,” ujarnya.

Dua politisi yang diduga berada dalam rekaman video tersebut merupakan anggota DPRD Daerah pemilihan (Dapil) satu dan empat periode 2014 hingga 2019.

Pihaknya mengimbau masyarakat setempat agar tidak terlalu cepat menilai sebelum adanya pembuktian dan keputusan pasti dari instansi terkait.

(adi)

0 Comments

Leave a Comment

16 + 17 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password