- Advertisement -
HomeNewsJokowi: Maret 2015, Semua Proyek Harus Sudah Jalan!

Jokowi: Maret 2015, Semua Proyek Harus Sudah Jalan!

- Advertisement -

Covesia.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para Menteri, Kepala Lembaga Pemerintahan Non Kementerian, dan Para Gubernur, agar tidak mengulang kesalahan-kesalahan sebelumnya dalam melaksanakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2015, yaitu kegiatan menumpuk di akhir tahun.

“Saya akan keluarkan Instruksi Presiden (Inpres) agar pelaksanaan proyek kegiatan maksimal bulan Maret. Karena memang seharusnya, setelah penyerahan ini langsung lelang bisa dilakukan. Pelaksanaan pada April itu sudah bisa dimulai semuanya,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada Penyerahan DIPA 2015 di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/12/2014) pagi.

Jokowi menjelaskan pada akhir Maret proyek harus bisa dilaksanakan, sehingga peredaran uang dan kegiatan, akhirnya akan berimbas pada kualitas barang, proyek, bangunan, jembatan, dan kualitas yang lain-lain, karena tidak kejar-kejaran pada bulan Oktober, November dan Desember,” tegasnya.

Menurut Presiden, pada Januari akan ada APBN Perubahan, yang saat ini sedang disiapkan pemerintah. Ia menegaskan, adanya APBN Perubahan ini agar ada percepatan pembangunan, dan juga ada ruang fiskal yang diperoleh baik dari tambahan penerimaan neara yang ditargetkan, dan juga dari subsidi BBM yang akan dialihkan ke ruang-ruang yamg lebih produktif.

Di awal sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan, besaran APBN 2015 adalah Rp 2039,5 triliun naik 8,7% dari APBN 2014. Adapun distribusi belanja negara 31,8% atau Rp 647,3 triliun untuk belanja K/L, 31,7% atau Rp 647 triliun untuk Transfer Daerah dan Dana Desa, 36,5% atau Rp 745,1, triliun untuk alokasi subsidi dan pembayaran bunga dan utang melalui Kemenkeu.

“Kita berharap semua kendala dan hambatan yang dihadapi agar bisa diselesaikan dengan cepat. Kalau bisa diselesaikan dengan cepat, rakyat akan bisa merasakan langsung manfaatnya,” tutur Jokowi.

Presiden juga meminta agar meningkatkan koordinasi dan sinergi antara Kementerian dengan Gubernur sehingga pelaksanaan program segera cepat tercapai. “Perkuat prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel, dan partisipatif,” pesannya.

Jokowi juga mengingatkan, agar dilakukan gerakan penghematan dengan membatasi hal-hal yang tidak perlu, misalnya rapat-rapat yang tidak perlu tempatnya di kantor saja, perjalanan dinas yang tidak perlu. Kemudian juga, Presiden meminta dilakukan peningkatan daya serap anggaran namun juga harus memperhatikan output dan outcome.

Presiden mengajak semua pejabat untuk menggunakan sebaik-baiknya uang rakyat yang tercermin dalam DIPA 2015 itu. “Ini bukannya uang Pemerintah, ini bukannya uang Presiden. Ini adalah uang rakyat, amanah dari rakyat yang harus kita kembalikan sebesar-besarnya untuk rakyat, memberikan kesejahteraan dan kemakmuran,” pungkasnya. (bim)

- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Related News
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen − eleven =