Hati-hati, Konsumsi Telur Penyu Pria Bisa Impotensi

Hatihati Konsumsi Telur Penyu Pria Bisa Impotensi Telur penyu yang dijual masyarakat (Foto : www.wwf.or.id)

Covesia.com - Pendapat yang beredar di kalangan masyarakat awam bahwa dengan mengkonsumsi telur penyu dapat meningkatkan gairah pada pria hanyalah mitos belaka. Bukan perkasa yang didapatkan, tetapi justru beresiko menimbulkan impotensi.

"Pendapat yang mengatakan bahwa telor penyu mengandung protein tinggi sehingga berkhasiat dalam meningkatkan vitalitas pria adalah sebuah mitos," tutur staf UPT Observasi Penyu Kota Pariaman, Hendra kepada covesia.com, Sabtu (13/12/2014).

Ia menjelaskan, dari hasil penelitian ilmuwan secara mendalam terhadap kandungan dan manfaat telur penyu, ternyata tidak ditemukan adanya kandungan yang istimewa dan menguntungkan dari telur penyu.

"Kandungan protein telur penyu pun tidaklah lebih banyak daripada telur ayam. Selain itu, ternyata peneliti justru menemukan bahwa telur penyu mengandung kolesterol yang amat tinggi," papar Hendra.

Menurutnya, jumlah kandungan kolesterol dalam telur penyu bisa mencapai 20 kali lipat lebih banyak daripada telur ayam. Ini berarti, mengkonsumsi telur penyu bukanlah akan membawa manfaat yang baik bagi tubuh. Justru sebaliknya, resiko berbagai macam penyakit akan meningkat dalam tubuh.

"Fakta yang kita peroleh dari hasil penelitian ahli menyatakan, kandungan kolestrol 1 butir telur penyu setara dengan 20 butir telur ayam, sehingga berpotensi menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke bahkan impotensi," terangnya.

Lebih parahnya lagi, penelitian yang baru-baru ini ramai dilakukan di Malaysia dan Australia menunjukkan bahwa telur penyu juga mengandung senyawa beracun yang disebut PCB (polychlorinated biphenyl).

Senyawa tersebut tergolong sebagai logam berat yang mampu memicu berbagai resiko kesehatan yang mengerikan, seperti kanker, kerusakan system syaraf, dan gangguan hormone. Ibu hamil yang mengkonsumsi telur penyu dapat beresiko menyebabkan cacat permanen pada bayi yang akan dilahirkannya.

Untuk itu, pihaknya selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang berdomisili di sekitar observasi agar menghentikan perburuan telur penyu tersebut. Alasannya, agar tidak menimbulkan dampak kesehatan kepada masyarakat luas di samping menjaga populasi penyu itu sendiri.

"Kita terus berupaya memberikan pemahaman tersebut kepada masyarakat, guna menghentikan perburuan liar telur penyu. Dengan demikian penyu yang sudah mulai langka saat inipun tetap terjaga kelestariannya," tambahnya.

Nah...bagaimana dengan anda sendiri? Masih tertarik mengkonsumsi telur penyu? (adi/bim)

Berita Terkait

Baca Juga