Warga Diminta tak Dekati Lokasi Bencana, Kondisi Tanah Labil

Warga Diminta tak Dekati Lokasi Bencana Kondisi Tanah Labil Tim Penyelamat sedang melakukan pencarian korban longsor Banjarnegara, Jawa Tengah. (Foto: bnpb.go.id)

Covesia.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, meminta masyarakat waspada, baik penduduk yang tinggal di lokasi bencana, maupun warga yang datang ke lokasi kejadian.

"Karena keamanan kondisi tanah masih sulit diprediksi. Tanah di lokasi bencana sangat rapuh sehingga setiap saat akan bergerak. Karena itu, lanjut dia, personel TNI, Polri, dan PMI mulai hari Minggu (14/12/2014) akan mengatur masyarakat yang mendatangi lokasi bencana, dan diminta tidak mendekati lokasi," tegasnya di lokasi Banjarnegara.

Dilansir covesia.com dari antara, Minggu (14/12/2014), disebutkan Syamsul, Faktor keamanan ini dibahas, mengingat jangan sampai terjadi korban yang tidak kita kehendaki karena kita ketahui bahwa luncuran tanah yang terjadi kemarin (Jumat, red.) bisa loncat ke jalan provinsi.

Menurut dia, ruas jalan di bagian atas sudah bisa dibuka sehingga rencananya pada hari Minggu, dua alat berat akan masuk ke lokasi longsor.

Di samping itu, kata dia, PMI juga akan mengerahkan kendaraan Hagglunds untuk memperkuat tim yang ada di lokasi bencana. "Saat ini, sedang dalam perjalanan," katanya.

Ia mengatakan bahwa sebanyak tiga alat berat juga akan didatangkan dari Purwokerto.

Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengatakan bahwa jumlah rumah yang tertimbun longsor sebanyak 38 unit dihuni 50 keluarga atau 308 jiwa, sedangkan jumlah korban selamat sebanyak 200 jiwa.

Disinggung mengenai bencana tanah longsor di Dusun Pencil, Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, dia mengatakan bahwa untuk sementara warga setempat diungsikan ke rumah-rumah warga Desa Pandansari, Wanayasa.

"Saat ini sedang dilakukan penelitian kondisi tanah oleh PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) untuk mencari tempat aman yang akan digunakan sebagai tempat relokasi. Sementara ini ada tanah bengkok yang akan dijadikan tempat relokasi," katanya.

Ia mengatakan bahwa berdasarkan pendataan terakhir, jumlah pengungsi bencana Dusun Pencil mencapai 223 jiwa. Berdasarkan data sementara di Posko Induk BPBD Banjarnegara, jumlah pengungsi bencana longsor Dusun Jemblung mencapai 577 jiwa yang tersebar di 10 lokasi pengungsian. (ant/cal)

Berita Terkait

Baca Juga