4.6 Milyar Rupiah Aset Negera di Kabupaten Siak Berhasil Diselamatkan

Covesia.com – Aset negara senilai Rp 4,6 miliar berhasil diselamatkan oleh Kejaksaan Negeri Siak Provinsi Riau dari sejumlah penuntasan kasus korupsi yang terjadi periode januari – awal desember 2014.

Kasi Intelijen Kejari Siak, Robi Harianto MH mengatakan masih banyak kasus yang masih diusut oleh Kejaksaan Negeri Siak hingga saat ini, diantaranya 3 kasus dalam penyelidikan, 3 kasus lainnya dalam tahap penyidikan dan lima terdakwa dalam tahap tuntutan. Sedangkan, aset negara yang bisa terselamatkan sekira Rp4.6 milyar selama periode 2014.

“Pengembalian dan pemulihan aset negara yang telah dilakukan oleh Kejari Siak sepanjang tahun 2014 mencapai Rp4,6 miliar,” kata Robi seperti dilansir dari laman goriau, Selasa (9/12/2014).

Lebih lanjut Robi menjelaskan, saat ini terdapat tiga kasus yang sedang dalam penyelidikan, yakni dugaan penyetoran angsuran dana usaha ekonomi desa simpan pinjam (UED-SP) sebesar Rp219.423.700 pada tahun 2010-2012 di Desa Lalang Kecamatan Sungai Apit, Siak.

Dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Direksi PD Sarana Pembangunan Siak (SPS) dalam jual beli pupuk NPK Pelangi dengan PT Buana Sinar Lestari (BSL) tanpa persetujuan dari badan pengawas dan tanpa adanya jaminan, sehingga merugikan keuangan pemerintah daerah sebesar Rp872.514.040.

Kemudian, dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Direksi PD Sarana Pembangunan Siak (SPS) dalam jual beli pupuk NPK Pelangi dengan CV Tumbuh Subur tanpa persetujuan dari badan pengawas dan tanpa adanya jaminan, sehingga merugikan keuangan pemerintah daerah Rp2.499.050.000.

Untuk kasus yang tahap masuk dalam tahap penyidikan, diantaranya, PT Persi kepada PT Indrapuri Wahana Asia sebesar Rp5.595.695.000 tahun 2008 yang saat ini dalam proses menghitung kerugian negara.

Sedangkan PD SPS dalam hal jual beli pupuk kerugian diperkirakan Rp872 juta, tersangkanya Alfah Aman, Wayan Subadi dan Masril. Kemudian tersangka Rusmaini Binti Marhusin terkait dana UED-SP sebesar Rp219 juta yang telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Pekanbaru pada 26 September 2014 lalu.

Terakhir kasus dengan tahap penuntutan, terdapat lima terdakwa, diantaranya, Juarman, Suntoro, Syarifudin, Rusmaini Binti Marhusin, dan Agus Sali M Abduh Bin Arsad.(nal/ary)

0 Comments

Leave a Comment

twelve − nine =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password