LBH Nilai Penegak Hukum Sumbar Tebang Pilih Kasus Korupsi

Covesia.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menilai penegak hukum terkesan tebang pilih dalam menangani kasus korupsi.

Indira Suryani, penanggungjawab isu korupsi LBH Padang menyebutkan penegak hukum tidak punya keberanian untuk mengatasi masalah korupsi sampai pada kalangan elit di Sumbar.

Banyak kasus korupsi yang diusut hanya pada kelompok kecil saja seperti kepala desa yang cenderung merugikan negara dalam jumlah rendah berkisar Rp10 Juta- Rp20 Juta. Sedangkan kasus besar yang melibatkan aparatur daerah yang mengakibatkan negara rugi hingga miliaran rupiah tidak dijadikan prioritas

“Koruptor kelas teri diusut habis dan tuntas sedangkan koruptor yang berskala besar dibiarkan berkeliaran bebas diluar. Ini ibarat pisau yang tajam dibawah dan tumpul ke atas,” paparnya kepada covesia.com, Selasa (9/12/2014).

Indira mengindikasi hal ini terjadi dikarenakan syarat kepentingan dari pihak-pihak tertentu. “Secara subtansi dan regulasi hukum sudah oke, namun secara struktur hukum Sumbar masih belum baik. Sejumlah hal seperti moralitas, indepedensi, dan bebas dari kepentingan masih perlu dipertanyakan,” tambahnya.

Sejauh ini proses peradilan korupsi di Sumatra Barat belum memberikan rasa keadilan untuk masyarakat. (utr/bim)

0 Comments

Leave a Comment

4 × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password