Bambang Widjojanto: Korupsi Konstitusi Lebih Berbahaya

Covesia.comm– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak masyarakat untuk mengkonsolidasikan pemberantasan korupsi. Konsolidasi itu dengan membangun budaya antikorupsi dan mendorong para pemimpin untuk menjaga amanah dan berintegritas.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, korupsi harus dilawan karena memiskinkan rakyat. Akibat korupsi bukan sekedar penyebab terjadinya kerugian negara belaka, tetapi juga merusak harkat kemanusiaan, keadilan, dan perwujudan peradaban. Apalagi saat ini mulai terjadi korupsi konstitusi oleh pejabat publik yang menjadi penyelenggara negara.

“Kekuasaan yang diberikan berdasarkan mandat konstitusi untuk wujudkan kemaslahatan publik justru diingkari dan dimanipulasi,” jelas Bambang menyikapi Peringatan Hari Antikorupsi Internasional di Jakarta, Selasa (9/12).

Bambang menilai, korupsi konstitusi telah mendelegitimasi tujuan untuk mewujudkan kedaulatan hukum, rakyat dan kemanusian. Tak hanya itu, korupsi konstitusi ini juga dapat menciptakan dan melahirkan kemiskinan yang absolut.

Untuk itu, kata Bambang, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla harus mempunyai tekad yang kuat dan komitmen yang tegas mewujudkan marwah dan amanat konstitusi. “Cukup 79 tahun lamanya rakyat menjadi objek kekuasaan dan diperdaya oleh kepentingan kekuasaan yang sempit,” tegasnya.

Pada peringatan Hari Antikorupsi 2014, Bambang juga mengimbau agar masyarakat harus menjadikan momentum untuk konsolidasikan seluruh niat, kata, sikap dan perbuatan.

Masyarakat harus jadi bagian penting untuk terlibat dalam pemberantasan korupsi. “Rakyat atau publik harus ambil bagian dalam pemberantasan korupsi dan membudayakan antikorupsi,” katanya. (hat/lif)

0 Comments

Leave a Comment

11 − 3 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password