Jokowi Akan Tolak Grasi Puluhan Terpidana Narkoba

Covesia.com – Presiden Joko Widodo memastikan akan menolak permohonan grasi yang diajukan oleh 64 terpidana mati kasus narkoba. Kepastian itu disampaikan Jokowi dihadapan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dalam kuliah umum yang digelar di Balai Senat Gedung Pusat UGM, Selasa (9/12/2014).

“Saya akan tolak permohonan grasi yang diajukan oleh 64 terpidana mati kasus narkoba. Saat ini permohonannya sebagian sudah ada di meja saya dan sebagian masih berputar-putar di lingkungan istana,” ungkap Presiden.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menegaskan kesalahan itu sulit untuk dimaafkan karena mereka umumnya adalah para bandar besar yang demi keuntungan pribadi dan kelompoknya telah merusak masa depan generasi penerus bangsa.

“Saya mendapat laporan, sedikitnya 4,5 juta masyarakat Indonesia telah menjadi pemakai narkoba. Dari jumlah itu 1,2 juta sudah tidak bisa direhabilitasi karena sudah sangat parah, dan antara 30 sampai 40 orang setiap harinya meninggal dunia karena narkoba,” ungkap Jokowi.

Penolakan permohonan grasi itu, menurut Presiden, sangat penting untuk menjadi shock therapy bagi para bandar, pengedar maupun pengguna. Presiden Jokowi juga mengatakan keterkejutannya dengan kasus narkoba yang terjadi di Makassar.

“Kejadian itu membuktikan bahwa ancaman narkoba sudah luar biasa, bukan saja di kalangan anak muda, bahkan orang yang sangat mapan dan sangat terpelajar pun bisa menjadi korbannya. Oleh sebab itu, menurut saya, Indonesia saat ini sudah darurat narkoba,” kata Jokowi.

Acara kuliah umum itu sendiri merupakan bagian dari rangkaian peringatan dies ke-65 UGM. Selain dihadiri oleh civitas academika UGM, acara itu juga dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, beberapa menteri kabinet kerja serta seluruh bupati dan walikota di Daerah Istimewa Yogyakarta. (jmb)

0 Comments

Leave a Comment

two × 3 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password