Korupsi Jembatan di Rokan Hilir Rugikan Negara Rp251,8 Miliar

Covesia.com – Penyidik Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau mensinyalir dugaan korupsi proyek Jembatan Pademaran I dan II di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, telah mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp251,8 miliar.

“Negara dirugikan karena terjadi pengeluaran dana pembangunan jembatan tersebut yang seharusnya tidak dianggarkan atau dikeluarkan,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Setia Untung Arimuladi, di Pekanbaru, Rabu (10/12/2014).

Penyidik Kejati Riau telah meningkatkan status kasus tersebut dari proses penyelidikan ke penyidikan, dan menetapkan tersangka yakni mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Kabupaten Rohil berinisial IK.

Kejaksaan juga mensinyalir korupsi proyek jembatan tersebut dilakukan secara bersama pada masa Bupati Rohil, Annas Maamun, yang kemudian menjadi Gubernur Riau dan kini nonaktif dan ditahan karena berstatus tersangka kasus suap oleh KPK.

Indikasi dugaan korupsi dalam pembangunan Jembatan Pedamaran I dan II itu awalnya sudah dianggarkan melalui APBD Rokan Hilir tahun anggaran 2008-2010 dengan total dana sebesar Rp529 miliar.

Dasar hukum proyek adalah Peraturan Daerah No. 02 Tahun 2008 tentang peningkatan dana anggaran dengan tahun jamak pembangunan Jembatan Pedamaran I dan II. Namun, pada kenyataannya, tersangka IK dan kawan-kawan kembali menganggarkan kegiatan pembangunan untuk proyek yang sama tanpa dasar hukum yang jelas.

Proyek tersebut kembali dianggarkan di APBD Rokan Hilir pada tahun 2012 sebesar Rp66.241.327.000 untuk Jembatan Pedamaran I. Kemudian, proyek Jembatan Pedamaran II dianggarkan lagi sebesar Rp38.993.938.000.

Selain itu, proyek Jembatan Pedamaran II lagi-lagi dianggarkan pada 2013 sebesar Rp146.604.489.000. Dengan begitu, ada sekitar Rp251 miliar uang negara yang dikeluarkan tanpa dasar hukum yang jelas.

Pihak kejaksaan juga telah bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau untuk menghitung jumlah kerugian negara. Kejati Riau mengatakan kemungkinan besar akan ada tersangka lain dalam kasus tersebut. “Kita ikuti saja perkembangannya,” ujar Untung Arimuladi.

Pihak kejaksaan juga merencanakan untuk memintai keterangan Annas Maamun, meski yang bersangkutan kini berada di tahanan KPK, Jakarta. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

11 − 10 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password