Minyak Turun, Mata Uang Rusia Terpuruk

Covesia.com – Penurunan harga minyak dunia, membuat mata uang Rusia rubel terpuruk. Perdana Menteri (PM) Rusia, Dmitry Medvedev, Rabu (10/12/1014), mengimbau rakyat Rusia untuk bersabar.

Mengutip AFP, Ia mengatakan nilai mata uang Rusia itu sekarang sedang dihargai rendah.

“Tidak perlu menjadi histeris,” kata Medvedev dalam sebuah wawacara di televisi.

“Di sini, kita hanya perlu bersabar dan melihat bagaimana situasi serupa berkembang pada 2008-2009 ketika rubel melemah secara signifikan,” katanya kepada lima stasiun televisi.

“Sebagian besar ahli ekonomi dan analis sepakat bahwa pada saat ini rubel sedang sangat melemah, dihargai lebih rendah,” kata Medvedev.

Ia memperingatkan rakyat Rusia bahwa mereka akhirnya bisa mengalami kerugian jika mereka mengubah simpanan mereka ke mata uang asing.

Ia mengatakan bahwa, selama krisis 2008-2009, ketika nilai tukar rubel jatuh secara dramatis terhadap dolar dan euro, para warga yang menukarkan uang simpanan mereka mendapatkan kerugian karena nilai tukar mata uang Rusia itu tiba-tiba kembali menguat.

PM Rusia juga menambahkan dirinya masih menyimpan uang miliknya dalam bentuk rubel. “Kita berada pada kondisi yang sama,” ujar Medvedev.

Namun demikian, perdana menteri mengakui bahwa para warga Rusia biasa terkena dampak dari kenaikan harga-harga dan bahwa, sementara melemahnya rubel menguntungkan para eksportir, lemahnya mata uang Rusia itu juga akan merugikan perekonomian dalam jangka panjang. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

17 − 14 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password