Tiga Korban Mengaku Dengar Informasi Akan Dijual

Covesia.com – Tiga dari sembilan korban dugaan kasus perdagangan manusia atau “human trafficking” asal Kabupaten Kepulauan Mentawai mengaku, pernah mendengar ada perkataan bahwa mereka akan dijual ke Jakarta.

“Saya tidak tau pak, itu suara siapa. Tapi Saat berada di kamar hotel, saya pernah mendengar dari omongan orang di luar hotel bahwa kami akan di jual ke Jakarta,” kata Herman (15) saat memberikan keterangan sebagai saksi korban di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (11/12/2014).

Meski demikian, saksi mengaku selama berada di Kota Padang bersama dengan terdakwa, dirinya tidak pernah mendapatkan ancaman maupun perlakuan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh terdakwa Ramses maupun Maryani.

“Selama di Padang kami diberi makan dan kesempatan bermain di luar kamar hotel. Kami pun tak pernah mendapatkan perlakuan yang tidak wajar,” tutur saksi korban yang didampingi ayah dan penerjemah bahasa.

Sementara itu, Marletias, ayah dari ketiga saksi korban yang dihadirkan JPU Dwi Indah Puspita sari di persidangan menuturkan, bahwa dirinya tidak merasa curiga, maupun keberatan saat terdakwa membawa anaknya pergi dari Mentawai menuju Padang.

“Saya telah mengenal baik Ramses sejak lama. Untuk itu kita tidak merasa curiga sedikitpun terhadap niat terdakwa yang berencana akan menyekolahkan anak saya keluar Mentawai,” tutur saksi dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Siswatmono Radiantoro.

Seperti diketahui, penangkapan yang dilakukan polisi terhadap kedua terdakwa Farhan Muhamad alias Ramses dan Maryani didasari atas laporan masyarakat terkait kasus dugaan “human trafficking”.

Kedua terdakwa dijerat pasal 2 ayat (1), jo Pasal 10 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. (adi/bim)

0 Comments

Leave a Comment

three × four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password