Pencarian Korban Dihentikan, Tanggap Darurat Diperpanjang

Covesia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status tanggap darurat longsor menyatakan operasi penanganan darurat telah berjalan dengan baik. Operasi penanganan darurat yang terdiri dari pencarian dan evakuasi jenazah, pelayanan pengungsi dan persiapan relokasi warga telah berlangsung sejak 13 Desember lalu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pencarian korban longsor yang belum ditemukan akan dihentikan. Penghentian itu diputuskan dalam rapat evaluasi yang dilakukan pada Jumat (19/12) malam lalu.

“Pencarian akan dihentikan pada hari Minggu (21/12),” kata Sutopo kepada covesia.com di Jakarta, Minggu (21/12).

Berdasarkan data BNPB, hingga Sabtu (20/12), jumlah jenazah yang telah ditemukan mencapai 93 orang. Sisanya, 15 korban belum ditemukan. Meskipun pencarian korban dihentikan namun status tanggap darurat akan diperpanjang selama 14 hari berikutnya.

Perpanpangan status itu terhitung tanggal 22 Desember 2014 hingga 4 Januari 2015 mendatang.

Sutopo menjelaskan, saat ini ada 22 kepala keluarga (KK) di Dusun Jemblung dan 33 KK di Dusun Pencil yang menjadi pengungsi. Mereka akan direlokasi dan saat ini dikondisikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara. Mengenai relokasi, pemerintah setempat juga sedang menyusun dan mengajukan proposal bantuan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan BNPB.

“Yang semula di Dusun Jemblung ada 43 KK yang harus direlokasi ternyata hanya ada 22 KK. Karena yang 21 KK meninggal semua sekeluarga sehingga tidak ada yang harus direlokasi,” katanya. Badan Geologi merekomendasikan daerah relokasi berada di Desa Karangtengah dan Desa Ambal. (hat/cal)

0 Comments

Leave a Comment

one × 1 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password