Jumat Sore, Rupiah Menguat jadi Rp12.030

Jakarta – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, kembali menguat 52 poin menjadi Rp12.030 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.082 per dolar AS, Jumat sore (31/10/2014),

“Pernyataan pemerintah mengenai penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebelum awal Januari 2015 menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang rupiah,” ujar analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto, di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan bahwa dengan dinaikannya harga BBM bersubsidi diperkirakan defisit neraca transaksi berjalan Indonesia akan berkurang, sehingga kondisi itu akan dinilai positif oleh investor.

Di sisi lain, menurutnya, ekspektasi pelaku pasar uang terhadap data ekonomi domestik yang sedianya akan dipublikan pada awal pekan depan (Senin, 3/10) mengenai inflasi Oktober dan neraca perdagangan Indonesia periode September tahun ini diperkirakan membaik.

“Inflasi diperkirakan di bawah 0,5 persen dan neraca perdagangan kembali mengalami surplus meski belum signifikan seiring negara tujuan ekspor Indonesia seperti Tiongkok masih mengalami perlambatan,” katanya.

Kendati demikian, menurut Rully Arya Wisnubroto, penguatan mata uang rupiah masih dibatasi oleh kondisi eksternal yang cenderung mendukung penguatan dolar AS.

“Meningkatnya ekonomi AS sebesar 3,5 persen yang melebihi ekspektasi menahan penguatan rupiah di dalam negeri,” katanya.

Menurut dia, saat ini Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara maju yang mengalami pertumbuhan ekonomi ekonomi yang baik dibandingkan Tiongkok, Jepang, dan lainnya.(ant)

0 Comments

Leave a Comment

two − 1 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password