PBB Menilai Pelanggaran Sistematis Terhadap Muslim Rohingya Picu Kekerasan di Rakhine

Covesia.com – Kepala HAM PBB mengatakan bahwa pelanggaran sistematis selama beberapa dekade terhadap muslim Rohingya sebagian besar menjadi penyebab aksi kekerasan yang meluas di negara bagian Rakhine Myanmar, menegaskan bahwa otoritas seharusnya dapat mencegah pertumpahan darah.

Zeid Ra’ad Al Hussein mengungkapkan kekhawatiran atas lonjakan pertempuran di Rakhine, negara bagian miskin yang bertetangga dengan Bangladesh, yang telah berkecamuk sejak Jumat ketika militan Rohingya melakukan penyergapan yang terkoordinasi terhadap pasukan keamanan Myanmar.

Lebih dari 100 orang, termasuk sekitar 80 militan, dikonfirmasi tewas dalam pertempuran itu, yang telah memaksa sedikitnya 8.700 warga desa Rohingya melarikan diri dari Bangladesh.

“Saya benar-benar mengutuk serangan kekerasan terhadap personel keamanan, yang telah menyebabkan terenggutnya banyak nyawa dan pengungsian ribuan orang,” ungkap Zeid dalam sebuah pernyataan, dilansir Covesia dari AFP, Rabu (30/8/2017).

Namun, kepala HAM tersebut menekankan bahwa gejolak peristiwa tersebut tidak hanya menyedihkan. Gejolak tersebut dapat dicegah.”

“Pelanggaran HAM yang terjadi secara terus-menerus dan sistematis selama beberapa dekade, termasuk respons pengamanan yang sangat keras terhadap sejumlah serangan sejak Oktober 2016, hampir dapat dipastikan telah menyebabkan lonjakan ekstremisme keras,” ungkap Zeid.

(AFP/rdk)

0 Comments

Leave a Comment

17 − three =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password