Menteri Agama: Jangan Habiskan Energi Hanya Mendebatkan Perbedaan Fanatik

Covesia.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin,
mengatakan Umat islam harus mempunyai ilmu pengetahuan dan wawasan yang tinggi,
karena dengan dengan wawasan akan timbul kearifan.

Dalam agama mengajarkan kita memegang keyakinan secara konsisten dan mengakar.
Namun bagi yang terlalu fanatik sering tidak membuka ruang bagi pihak lain dan
kerap memaksa kehendaknya sendiri dengan cara kekerasan, sehingga menimbulkan masalah
sosial berkepanjangan, ujarnyadalam acara kuliah umum di Kampus STIT SB Pariaman, Sabtu (4/11/2017).

Menurutnya hal tersebut harus ditanggulangi bersama dengan memaknai dan
menghargai perbedaan fanatik itu.

Ia meyakini bahwa setiap umat muslim mengajarkan kebaikan dan meyakini
kepercayaannya masing-masing dengan cara yang tidak berlebihan.

Seringkali semangat keberagamaan atau fanatik terjadi, namun itu tidak
cukup jika tidak diimbangi dengan ilmu pengetahuan atau wawasan.

Ia mengingatkan agar tidak mempunyai fanatik yang terlalu besar sehingga
bisa bertentangan dengam agama. ” kita sesama muslim tidak boleh saling
mengejek, menyalahkan dan memvonis seseorang”

Islam itu menebarkan kedamaian, maka untuk itu sangat dibutuhkan wawasan
agar bisa memilah mana yang pokok mana yang tidak.

“Untuk mencapai keragaman akan dituntutlah kearifan kita. Tidak perlu
menghabiskan energi untuk berdebat dengan pendapat yang berbeda.

“Dengan wawasan maka datanglah kearifan, Itu yang perlu dipelihara,”
tutupnya.

Reporter Pariaman: Rozi Yardinal

0 Comments

Leave a Comment

18 + 7 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password