Setiap Tahun, Pendaki Gunung Hilang Bahkan Meninggal

Covesia.com – Jumlah pendaki gunung yang hilang bahkan hingga menghembuskan nafasnya saat melakukan pendakian gunung terus bertambah setiap tahunnya.

Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini. Satu pendaki yang berasal dari Bekasi, Jawa Barat dikabarkan hilang di Gunung Kerinci, Sabtu (27/12/2014). Pendaki yang diketahui bernama Setiawan Maulana (22) dinyatakan hilang setelah sebelumnya terpisah dari rombongan yang berjumlah 13 orang. Hingga saat ini korban masih dilakukan pencarian oleh SAR gabungan.

Beberapa hari sebelumnya, enam pendaki yang berasal dari Akedemi Farmasi Bukittinggi Sumatera barat, nyaris meregang nyawa setelah sempat dinyatakan hilang di Gunung Marapi, Sumbar pada Kamis (25/12/2014). Beruntung, keenam pendaki tersebut berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan di pinggang gunung dalam keadaan selamat.

Sementara nasib tragis dialami mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Helmy Dwi Aprianto yang harus meregang nyawa ketika mendaki Gunung Salak, Jawa Barat bersama rekan-rekannya.

Senasib dengan dirinya mahasiswa jurusan Oceanografi Institut Teknologi Bandung (ITB), Joan Tobit Sigalingging juga ditemukan tewas di Gunung Kendang, Jawa Barat setelah satu bulan dinyatakan hilang.

Di samping itu, kejadian naas serupa juga dialami mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang Muhammad Siras Awaludin Iqbal (19) pada Oktober 2012 saat mendaki Gunung Semeru, Jawa Tengah.

Catatan panjang tentang nasib naas yang harus dialami oleh para pendaki tersebut juga terjadi di tahun 2010. Dimana saat itu, satu anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) asal Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Farham meninggal saat melakukan pendakian Gunung Gandang Dewata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Dia ditemukan tewas setelah hilang selama 20 hari. (adi/bim)

0 Comments

Leave a Comment

17 + 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password