Waspada! Radius 3 KM, Pendaki Dilarang Naik

Covesia.com – Imbauan tidak ke puncak gunung ini juga diserukan, mengingat surat rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bernomor 1385/45/BGL.V/2011 tertanggal 3 Agustus 2011 perihal peningkatan status Gunung Marapi dari status normal (level I) menjadi waspada (level II), hingga saat ini belum dicabut. (Baca juga: Awas! Gunung Marapi Berstatus Waspada)

Dalam rekomendasi tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki gunungapi Marapi pada radius tiga kilometer dari kawah/puncak, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan sumber keluarnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.

“Larangan pendakian radius tiga kilometer dari puncak ini sebenarnya tidak hanya saat malam tahun baru saja, tapi berlaku sepanjang Gunung Marapi masih berstatus waspada dan belum berstatus normal,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi Sumbar, Warseno, pada covesia.com Senin, (29/12/2014).

Selain itu, cuaca ekstrim yang terjadi saat ini juga bisa menimbulkan kemungkinan terburuk bagi para pendaki. Salah satu contohnya, pada 26 Desember 2014 lalu, enam pendaki Marapi yang nekad ke puncak Marapi akhirnya terjebak di Puncak Marpati selama belasan jam, akibat diserang badai disertai curah hujan tinggi, serta kabut tebal.

Untung saja waktu itu petugas Tim SAR berhasil menemukan pendaki malang itu dan langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi untuk diberikan pertolongan, ini mesti jadi pelajaran bagi para pendaki, harapnya. (jmb)

0 Comments

Leave a Comment

5 × five =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password