Kejati Periksa Asisten II Setda Prov Riau

Covesia.com – Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau memeriksa Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Prov. Riau Wan Amir Firdaus, terkait kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan Pedamaran di Rokan Hilir.

“Wan Amir Firdaus diperiksa selaku saksi karena jabatannya, dimana pada tahun 2006-2007 dia menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rokan Hilir yang merupakan Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tahun 2006/2007,” ujar Kasi Penkum Humas Kejaksaan Tinggi, Riau Mukhzan dalam siaran pers yang diterima covesia.com di Jakarta, Senin (29/12/2014).

Menurut Mukhzan, pemeriksaan juga terkait dalam perencanaan dan pengusulan anggaran pembangunan jembatan Pedamaran I dan Pedamaran II Kabupaten Rohil yang bersumber dari APBD Kabupaten Rohil.

Selain itu, tambah Mukhzan, penyidik juga memeriksa Ketua Tim peneliti kontrak Multiyears Budi Mulia, ketua Panitia Lelang tahun 2012 Gotri Jayadi dan anggota tim peneliti Kontrak Multiyears tahun 2008, Rori Hardian.

Kasus jembatan Pedamaran I dan Pedamaran II berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Nomor: Print-10/N.4/Fd.1/12/2014 tanggal 08 Desember 2014, ditingkatkan ke Penyidikan.

Kasus tindak pidana korupsi ini bermula saat adanya Pembangunan Jembatan Pedamaran I dan Pedamaran II tahun anggaran 2008-2010 dengan sumber dana APBD Kabupaten Rokan Hilir.

Semula kegiatan pembangunan jembatan Pedamaran I dan Pedamaran II telah dianggarkan pada tahun 2008-2010 dengan total dana sebesar Rp. 529 milyar.

Ini tertuang dalam Perda Nomor 02 tahun 2008 tentang peningkatan dana anggaran dengan tahun jamak pembangunan jembatan Pedamaran I dan Pedamaran II.

“Pada kenyataannya I.K, ST, dan kawan-kawan kembali menganggarkan kegiatan Pembangunan Jembatan Pedamaran I dan Jembatan Pedamaran II tanpa dasar hukum yang jelas,” sebut Mukhzan.

Akibatnya, negara dirugikan karena terjadi pengeluaran dana pembangunan jembatan tersebut yang seharusnya tidak dianggarkan dan dikeluarkan pada tahun 2012 sebesar Rp.66.241.327.000.

“Untuk Jembatan Pedaramaran I sebesar Rp.38.993.938.000 dan Jembatan Pedamaran II di tahun 2013 sebesar Rp. 146.604.489.000,” tukas Mukhzan. (jon/bim)

0 Comments

Leave a Comment

2 × 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password