Kekerasan Polisi Tiongkok Picu Kemarahan Publik di Internet

Covesia.com – Seorang aparat kepolisian Tiongkok ditangkap setelah seorang pekerja imigran perempuan diduga dipukuli hingga tewas. Kasus tersebut memicu kemarahan publik atas penyalahgunaan kekuasaan pihak berwenang.

Penangkapan atas kematian Zhou Xiuyun yang kehilangan nyawa sebelumnya pada bulan ini, menurut laporan surat kabar pemerintah Tiongkok Global Times pada Senin (29/12/2014), memicu kemarahan publik Tiongkok di jejaring sosial. Sejumlah organisasi HAM mengatakan pelanggaran dan kekerasan oleh aparat penegak hukum merupakan hal yang umum terjadi.

Zhou Xiuyun dipukuli oleh seorang polisi di lokasi konstruksi di Provinsi Shanxi. Lokasi ia menuntut pembayaran gaji putranya yang sempat tertunda senilai 20 ribu yuan.

Situasi menjadi tegang setelah sejumlah aparat berusaha membawa pergi perempuan berusia 47 tahun tersebut. Menurut laporan Global Times, mengutip pernyataan suami korban Wang Youzhi, yang menemani sang istri bersama putra mereka.

Polisi yang bersangkutan mencekik Zhou dan menjatuhkannya ke tanah setelah ia berusaha menghentikan aparat memborgol sang suami. Ketiganya dibawa ke kantor polisi. Zhou yang tidak sadarkan diri kemudian dilempar ke lantai sementara Wang dan putranya dipukuli hingga empat tulang rusuk Wang patah.

Masih belum jelas kapan Zhou mengembuskan napas terakhirnya, namun rekaman video yang menunjukkan sang pelaku menginjak-injak rambut Zhou yang sudah tidak bernyawa tersebar di dunia maya.

Kejadian tersebut membuat Biro Keamanan Publik setempat mengeluarkan pernyataan pada Jumat pekan lalu bahwa pihaknya telah menahan para aparat yang terlibat dalam insiden tersebut. (bim/ant)

0 Comments

Leave a Comment

nineteen + 13 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password