Menilik Airbus AA320-200, Pesawat AirAsia yang Hilang

Covesia.com – Hilangnya pesawat AirAsia masih menjadi misteri. Tentu anda bertanya bagaimana kilas balik pesawat yang hilang di sekitar pulau Belitung dan Kalimantan tersebut. Berikut ulasannya dirangkum Covesia dari situs resmi Airbus, Selasa (30/12).

Pesawat AirAsia dengan kode penerbangan QZ8501 tersebut termasuk kelompok pesawat berbadan sempit. Diproduksi Airbus, perusahaan asal Perancis, pada 1986, Pesawat ini diterbangkan secara perdana pada 22 Februari 1987. Pembuatannya dilakukan selama delapan bulan dan dirakit di Hamburg Finkenwerder.

Awalnya, pesawat hemat bahan bakar ini diproduksi sebagai solusi atas kenaikan harga minyak pada dekade 1970an. Karena biaya bahan bakar yang lebih hemat dari pesawat lainnya, pesawat ini mendapat respons posistif di pasaran sehingga Airbus berhasil memroduksi 6.012 unit per Maret 2014.

Tidak hanya hemat bahan bakar, A320-200 juga memiliki fitur teknologi yang canggih. Teknologi digital unggulan fly-by-wire yang terdapat dalam pesawat ini dirancang oleh Bernard Ziegler. Ia mampu menyakinkan otoritas penerbangan tentang keberhasilan teknologi baru tersebut sehingga dapat diterima. Berkat teknologi tersebut, A320-200 mampu mengalahkan Boeing 727 dan 737.

Pada tahun 2008, A320 mampu diproduksi sekitar 32 pesawat tiap bulan. Pada tahun 2010, produksi dinaikan hingga 36 tiap bulan. Produksi kembali meningkat pada tahun 2012 dengan jumlah 40 unit per bulan.

Air Asia telah menggunakan pesawat Airbus tipe 320-200 ini sejak Oktober 2008. Harganya berada pada kisaran 73,2 hingga 80,6 juta dolar atau setara Rp 702 miliar hingga Rp 779 miliar (kurs : 9.600). Hingga 31 Januari 2011, 4467 unit pesawat A320 masih digunakan dalam penerbangan.

(osd/zik)

0 Comments

Leave a Comment

3 × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password