Inilah Aksi Anggota KPK Gadungan Sebelum Ditangkap Polisi

Covesia.com – Empat orang anggota KPK dan Baintelkam Mabes Polri gadungan yang ditangkap di rumah dinas Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat rupanya telah melakukan aksi kriminal sebelum diringkus petugas.

Sasaran meraka adalah petugas pembagian tabung gas elpiji bersubsidi dari pemerintah pusat. Mereka menuduh petugas menjual tabung gas elpiji bersubsidi dengan dibeking oleh polisi. Berikut gaya aksi anggota KPK dan Baintelkam Mabes Polri gadungan saat memainkan perannya dalam melakukan pemerasan.

Ketika sampai di lokasi gudang Gas LPG di Batang Toman, Simpang Empat, Pasaman Barat, masyarakat yang berjumlah lebih kurang 30 orang itu diteriaki oleh pelaku Maulana. “Bubaar….. bubaarr…bubar….saya dari anggota Baintelkam Mabes Polri. Saya menemukan pelanggaran disini. Penjualan tabung gas bersubsidi disini dibekingi Polisi.

“Duduk semua…duduuukk….” Perintah Maulana dengan keras yang membuat kaget masyarakat. “Atau mau diselesaikan secara hukum di Polres?,” tambah pelaku menakut-nakuti pengelola. Beberapa saat Wali Jorong Simpang Empat, Wirafid Delta datang ke lokasi dan menerangkan tidak ada pungutan liar atau penjualan tabung gas bersubsidi disini.

Namun pelaku tambah emosi dan memerintahkan temannya untuk memborgol Wali Jorong tersebut. Masyarakat pun semakin banyak di lokasi. Pelaku menilai situasi mulai tidak menguntungkan, dan meninggalkan lokasi sambil menyuruh Wali Jorong untuk menghubunginya nanti sore untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Akhirnya pelaku meninggalkan lokasi sambil mengatakan akan menemui Bupati Pasaman Barat. Sorenya sekitar pukul 18.00 WIB pada Senin (29/12/2014), Wali Jorong mencoba menghubungi pelaku. Dan pelaku mengatakan nanti saja ketemunya, karena saat ini sedang rapat dengan bupati. Beberapa saat kemudian pelaku kembali menelpon Wali Jorong dan meminta menemui pelaku di rumah makan bernama di Jambak, sekitar pukul 19.00 WIB.

Wali Jorong beserta Ketua Pemuda Aprilman datang ke rumah makan tersebut. Pelaku lalu meminta korban untuk memberikan sejumlah uang karena telah melakukan pungutan liar. Namun ditolak korban karena tidak punya uang. “Tolong bapak keluarkan biaya kepada saya yaitu uang minyak, karena sudah melakukan perjalanan dan uang kaget anggota saya,” perintah pelaku namun ditolak korban.

Semua permintaan itu ditolak korban, dan mengancam akan melaporkan ke pusat serta bupati. Mereka mengaku sebagai anggota KPK berpangkat perwira yang berasal dari Baintelkam Mabes Polri Jakarta. Karena tidak dapat uang, pelaku meninggalkan korban tanpa membayar makanannya terlebih dahulu. Namun setelah diteriakan, pelaku kembali membayarnya juga ke kasir.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Sofian Hidayat dan Kasat Reskrim, AKP Indra Syaputra ketika dikonfirmasi covesia.com, Selasa (30/12/2014) malam membenarkan aksi empat orang pelaku yang mengaku anggota KPK dan Baintelkam Mabes Polri tersebut. Dan akhirnya mereka ditangkap di rumah dinas Bupati Pasaman Barat.

Empat orang anggota KPK dan Mabes Polri itu adalah Maulana Lubis, (40) warga Jorong Paninjauan Nagari Batahan, Afrijon (43) warga Air Haji Sungai Aur, Abdul Gani Nasution (38) warga Sungai Aur dan Irvan (35) warga Jorong Koto Dalam Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat. (man/bim)

0 Comments

Leave a Comment

sixteen + seven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password