Realisasi PAD DKI Jakarta Defisit Rp12 Triliun

Covesia.com – Penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta meleset dari target yang telah ditetapkan. Memasuki pekan ketiga APBD DKI Jakarta baru terkumpul sebesar Rp. 40 Trilliun. Angka tersebut meleset cukup jauh dari target yang telah ditetapkan DPRD bersama Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp. 72 Triliun.

Melesetnya angka pencapaian APBD tersebut menurut M. Sanusi, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, banyak kebijakan gubernur DKI Jakarta dinilai kurang tepat dan menghambat pemasukan kas daerah.

Salah satu kebijakan yang dinilai kompeten sebagai contoh adalah keputusan gubernur memberlakukan E-Budgeting Unit Pengadaan Barang dan Jasa (UPL) di Jakarta yang terkesan dipaksakan.

Sanusi menilai kebijakan E-Budgeting yang dilakukan secara serentak tanpa penyesuaian terlebih dahulu di lapangan, membuat kinerja aparat dan pelaku usaha di lapangan mengalami kelambatan.

“Mereka belum terbiasa, seharusnya dilakukan bertahap, bukan serentak. Butuh penyesuaian untuk semua kebijakan. Kita lihat dampaknya pendapatan daerah Jakarta justru meleset dari target yang sudah kita tetapkan bersama,” ucap Sanusi kepada covesia.com, Selasa (30/12/2014) di Jakarta.

Lebih lanjut Sanusi menambahkan tidak maksimalnya penyerapan anggaran DKI Jakarta pada 2014 juga disebakan oleh banyaknya proyek di Jakarta yang dihentikan secara mendadak. Sebagai contoh, program pengadaan Bus TransJakarta yang seharusnya bisa berjalan dengan perbaikan, justru dihentikan secara total.

“Harusnya anggaran bisa diserap secara maksimal kalau saja semua program bisa jalan. Bagi proyek yang diduga bermasalah seharusnya dievaluasi tetapi tetap terus dilanjutkan agar pendapatan kita tidak hilang. Anggaran kita baru 39 persen dari target Rp72 Triliun. APBD Jakarta Defisit Rp12 Triliun Tahun ini,” ujarnya.

Di pihak lain, Sekda DKI, Saefullah mengatakan jika proses penagihan masih terus dilakukan oleh pihak ketiga. Menurutnya Anggka pendapatan APBD DKI yang tercatat sebesar Rp.40 Triliun masih belum final.

“Tiap jam APBD kita akan terus bertambah sampai tanggal 31 Desember nanti. Sampai hari ini kita tidak berhenti nagih, pihak ketiga di lapangan terus bekerja sampai akhir tahun. Kami juga terus koordinasi dengan DPRD soal pencapaian kita saat ini,” ucap mantan walikota Jakarta Pusat ini.

Sekalipun Saeful mengatakan penambahan APBD terus diupayahkan secara maksimal sampai 31 Desember 2014 mendatang, dirinya tidak menafikan jikalau dalam penyerapan APBD tahun ini DKI defisit Rp12 Triliun.

“Kita akan jadikan ini sebagai pelajaran. Tahun depan kita akan menghitung pendapatan APBD kita harus lebih realistis dan tidak ceroboh. Harus kita hitung kalkulasi detail kemampuan kita sebatas mana,” tambahnya. (pjr/bim)

0 Comments

Leave a Comment

4 − three =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password