DKI Jakarta: Ikut Tawuran Pelajar di-DO dari Sekolah

Covesia.com – Maraknya aksi tawuran antarpelajar di DKI Jakarta memaksa Gubernur DKI, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) mengeluarkan kebijakan tindakan tegas drop out (DO) bagi pelalar yang tertangkap melakukan aksi premanisme tersebut.

Keputusan tersebut menurut Ahok akan tetap di berlakukan di Jakarta sekalipun pro dan kontra terhadap kebijakan kontroversial tersebut kuat terjadi di masyarakat. Sekalipun mendapatkan pertentangan Ahok menegaskan akan tetap memberikan sanksi tegas berupa pemecatan dan pengusiran bagi pelajar sekolah yang tertangkap ikut melakukan aksi tawuran di Jakarta.

Sebelumnya, Ahok mengancam akan mengeluarkan pelajar Jakarta yang terlibat tawuran dari ibu kota. Dan bagi siswa negeri yang tertangkap melakukan aksi tawuran akan di berhentikan dari tempatnya bersekolah.

Menyambut 2015, Ahok mengatakan akan lebih tegas menerapkan pengawasan terhadap sekolah di Jakarta yang kerap melakukan aksi tawuran. Tujuannya adalah demi menjaga ketertiban dunia pendidikan di Provinsi DKI Jakarta.

“Kita akan tetap lanjutkan, kalau tertangkap tawuran kita keluarkan dari Jakarta. Kalau mau jadi preman jangan di sekolah. Kita putuskan ini bukan karena tidak sayang, karena kita sayang mereka makanya harus dididik,” ucap Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Lebih lanjut Ahok menghimbau agar pihak sekolah di Jakarta harus ikut tegas dalam memantau siswa-siswinya agar tidak sampai terjadi aksi gangster di kalangan muda Jakarta.

“Saya harap sekolah kooperatif juga, ikut mengawasi ketat siswanya. Menghukum mereka yang melanggar itu gak salah, justru benar. Kalau mau sekolahannya bener ya tegakin aturan jangan dibiarin tawuran,” tambahnya. (pjr/bim)

0 Comments

Leave a Comment

one × three =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password