- Advertisement -
HomeNewsHasil Mediasi, Seluruh Nelayan Pessel Dilarang Pakai Lampara Dasar

Hasil Mediasi, Seluruh Nelayan Pessel Dilarang Pakai Lampara Dasar

- Advertisement -

Covesia.com – Hasil mediasi yang menghadirkan ratusan masyarakat nelayan Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menyimpulkan pelarangan penggunaan alat tangkap lampara dasar maupun pukat harimau.

hasil tersebut juga disepakati oleh masyarakat nelayan yang berkonflik dalam peristiwa pembakaran dua kapal, Senin (1/1/2018) lalu. 

Sekretaris Daerah Pesisir Selatan, Erizon menyebutkan seluruh pihak telah menyepakati bahwa jenis pukat yang digunakan harus sesuai dengan aturan yang ada, dan tidak merusak dan harus melestarikan laut. 

“Kami dan dinas terkait akan mensosialisasikan bentuk pukat yang dibolehkan agar tidak merusak ekosistem laut,” katanya.

Baca juga: Masih Banyak Nelayan Pessel Gunakan Pukat Harimau

Seorang nelayan Air Haji, Suharno (40) hasil mediasi tersebut akan ditaati mengingat ada ancaman pidana jika melanggar ketentuan tersebut.

“Kami juga sepakat dan menerima kalau jaring atau pukat kami diganti tetapi harus merata dan sekaligus,” harapnya.  

Suharno menjelaskan masih adanya nelayan yang menggunakan alat tangkap yang dilarang, karena bantuan penggantian alat tidak diberikan secara merata ke seluruh nelayan. 

“Sehingga masih ada yang menggunakan alat tangkap lama, karena lama ditunggu alat yang dijanjikan tidak kunjung diberikan,” ungkapnya.

Kontributor Pesisir Selatan: Indra Yen Putra/ rdk

- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Related News
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × four =