Tanggapan CEO AirAsia Terkait Kecelakaan Pesawat Milik Perusahaannya

Covesia – AirAsia merupakan maskapi penerbangan internasional yang bertarif terkenal murah. Perusahan tersebut sebelumnya adalah milik pemerintah Malaysia. Namun, pada 2002 maskapai penerbangan ini resmi dimiliki mantan Eksekutif Time Warner Tony Fernandes.

Dalam hal reputasi keamanan, maskapai penerbangan yang telah mengoperasikan 3.500 jadwal penerbangan di tiga negara, Malaysia, Indonesia, Thailand dan Singapura tersebut terbilang cukup baik. Malang menimpa, pada Minggu, 28 Desember 2014 menjadi awal kandasnya maskapai murah tersebut.

Menangapi persoalan naas yang menimpa maskapai tersebut, Tony Selaku pucuk pimpinan tertinggi maskapai swasta itu mengatakan melalui kahlayak pers, atas keperhatinannya yang mendalam. Dia mengungkapkan, kedatanganya ke Juanda, Surabaya, Indonesia, merupakan bentuk langkah tanggung Jawabnya sebagai pimpinan perusahaan.

“Saya tidak akan diam, saya disni bukti saya tidak lari dari tanggung jawab. Besar bela sungkawa saya kepada keluarga yang ditinggalkan, kompensasi bagi keluarga korban akan segera kami berikan” ucap Tony dalam konfrensi persnya di Juanda, Surabaya (30/12/2014).

Konglomerat yang juga Bandar Casino ternama di Malaysia tersebut mengharapkan, para keluarga korban kecelakaan AirAsia QZ8501 untuk tetap tabah dan tidak meninggalkan AirAsia sebagai sarana transportasi mereka. Dirinya mengaku, sekalipun belum memastikan secara detail faktor penyebab kecelakaan maskapai milik perusahaanya tersebut, kondisi cuaca di kawasan Asia Tenggara memang tengah berada dalam keadaan yang buruk.

“Cuaca di sekitar Indonesia, Singapura, Thailand dan sekitar Asean memang dalam kondisi yang tidak baik waktu itu. Tetapi, bukan kapasitas saya untuk menjawab soal penyebab utama aksidet ini. Kita serahkan pada Basarnas yang akan memastikan jumlah korban dan pihak berwenang untuk menyelidiki persoalan teknis” Jelas Tony.

Lebih lanjut CEO AirAsia tersebut Juga mengucapkan rasa terimaksihnya kepada Pemerintah Indonesia, khusunya Basarnas RI yang telah secara cepat menemukan korban dan rangka pesawat, sehingga persoalan bisa dapat diselesaikan.

“Ada 1.000 lebih penerbangan setiap hari yang dilakukan maskapai AirAsia saat ini, tentu kami akan terus menjadikan ini sebagai pelajaran besar kami. Tidak lupa rasa terimakasih saya pada pemerintah dan Basarnas Indonesia yang sangat cepat menangani persoalan ini, sehingga tidak berlarut,” tutupnya.

(pat/zik)

0 Comments

Leave a Comment

eight − 6 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password