Masyarakat Diimbau Tidak Pilih Calon Kepala Daerah dengan 5 Kriteria Berikut

Covesia.com – Jaringan Masyarakat Sipil Antikorupsi Regional Sumatera mengimbau masyarakat daerah yang akan menggelar Pilkada untuk tidak memilih calon kepala daerah dengan lima kriteria bermasalah.

Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas mengatakan dalam kajian Jaringan Masyarakat Sipil Antikorupsi Regional Sumatera, terdapat lima kriteria calon kepala daerah yang dianggap bermasalah.

“Terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam perusakan lingkungan hidup, sumber daya alam serta perampasan hak-hak masyarakat dan menerima bantuan dana dari korporasi perusak lingkungan,” ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima Covesia.com, Selasa (9/1/2018) sore.

Selanjutnya, kata dia, jangan pilih calon yang terlibat kasus korupsi yang telah divonis berkekuatan hukum tetap atau yang sedang menjalani proses hukum, serta menjadi pembela koruptor dan  terlibat dalam upaya-upaya melemahkan pemberantasan korupsi.

Selain itu, teridentifikasi sebagai pelaku pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan seksual. 

Berikutnya, calon yang tidak berkomitmen dalam rangka transparansi di pelbagai sektor terutama di sektor lingkungan hidup dan sumber daya alam, pelayanan publik, serta penegakan hukum.

“Yang terakhir, jangan pilih calon yang terindentifikasi melakukan tindakan money politics, black campaign, dan tindakan lain yang dilarang berdasarkan peraturan perundang-undangan,” katanya.  

Dia mengatakan, 2018 merupakan tahun politik. Sebanyak 171 Provinsi dan kabupaten/ kota akan melakukan pemilihan kepala daerah secara serentak. 

“Persaingan antar calon terjadi sangat tajam,” tambahnya.

Menurutnya, pemilih rasional akan memastikan calon kepala daerah yang hendak mereka pilih adalah orang yang memiliki komitmen yang kuat untuk membangun daerah dan mengutamakan kepentingan masyarakat banyak. 

Calon yang diajukan koalisi partai politik dan atau gabungan partai politik cenderung memiliki “janji kepentingan” yang hendak dipenuhi apabila terpilih, sementara janji terhadap masyarakat pemilih kerap diabaikan, katanya. 

“Belajar dari pilkada lalu, calon yang diajukan partai politik dan atau gabungan seringkali adalah kandidat yang memiliki rekam jejak yang tidak baik, bahkan cenderung bermasalah,” sebutnya.

Disebut bermasalah, lanjutnya, karena terdapat calon yang terlibat perusakan lingkungan hidup dan sumber daya alam serta perampasan hak-hak masyarakat secara langsung atau tidak langsung. 

Dia mencontohkan, keterlibatan langsung dalam perusakan lingkungan dan sumber daya alam itu, misalnya, dilakukan oleh calon yang berasal dari pebisnis yang memiliki perusahaan perusak lingkungan dan sumber daya alam. 

“Sedangkan calon yang terlibat tidak langsung adalah terhadap kandidat yang mendapatkan dukungan keuangan, pernah terlibat memberikan izin terkait perusakan lingkungan dan/atau sumber daya alam, dan segala sesuatu yang terkait kerusakan lingkungan hidup,” jelasnya.

Calon bermasalah lainnya adalah calon yang terlibat dengan kasus korupsi, baik yang telah divonis dan menjalankan hukuman serta terlibat dalam upaya-upaya pelemahan pemberantasan korupsi.

Menghindari terpilihnya orang-orang yang memiliki rekam jejak buruk tersebut, tambahnya, dari awal masyarakat harus lebih hati-hati dan mampu menjadi pemilih yang rasional.

“Caranya, perhatikan rekam jejak dari calon-calon yang diusung sehingga harapan untuk menghasilkan demokrasi yang shahih dapat tercapai dengan baik,” katanya.

Jaringan Masyarakat Sipil Antikorupsi Regional Sumatera terhimpun dari berbagai lembaga kemasyarakatan seperi Nurani Perempuan, Perkumpulan Integritas, YCMM, Bhakti UBH, Mata Aveh, WARSI Jambi, Jikalahari Riau, FITRA Riau, dan Gerak Aceh.

Selanjutnyha, Gerak Aceh, Sahdar Sumut, Gebrak UNP, Perkumpulan QBAR, Luhak UMSB, LBH Padang, FITRA Sumsel, LBH Pers Padang, AJI Padang, BEM KM UNAND, LAM-PK FH Uand, PHP Unand, Genta Andalas, Suara Kampus UIN-IB, KAPSI UNP, Transparansi Internasional Indonesia dan PUSaKO FH UNAND.  

(*/rdk)

0 Comments

Leave a Comment

14 − seven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password