Melihat Kecanggihan KRI Bung Tomo-357

Covesia.com – Amerika boleh saja bangga Kapal Perang Canggih USS Samsons DDG 102. Namun, Indonesia mesti patut berbangga dengan memiliki kapal perang KRI Bung Tomo. Saat ini KRI Bung Tomo-357 termasuk dalam tiga kapal canggih terbaru yang dimiliki Indonesia.

KRI Bung Tomo-357 menjadi perhatian dunia, setelah kapal tersebut menjadi andalan Tentara Negara Indonesia (TNI AL) dalam melakukan pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat Airasia QZ 8501 sebelum kapal lain membantu di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Kapal ini juga menjadi basecamp tim penyelamat sebelum melakukan penyelaman guna mencari pesawat Airasia.

Dilansir covesia.com dari situs TNI AL Kamis (1/1/2015), kapal yang tiba di Indonesia pada pertengahan bulan September 2014 ini memiliki jumlah ABK 85 prajurit yang meliputi 17 orang perwira, 40 orang bintama dan 28 orang tamtama. Kapal yang dikomandani Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T. tersebut bertugas melakukan patroli di lepas pantai. Penamaanya untuk menghargai peran Bung Tomo dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda di Surabaya.

Dengan panjang 89 meter dan lebar 12,8 meter, KRI Bung Tomo-357 memiliki berat sekitar 1,941 ton. Untuk mengoperasikan kapal ini, dibutuhkan 30,2 Mega Watt listrik dari mesin diesel Ruston. Karena itu, kapal ini mampu melaju dengan kecepatan 30 knot (setara 56 km/jam) dan jarak jelajah 9,000km.

Kapal ini memiliki memiliki 1 meriam Oto Melara 76 mm, 2 meriam MSI Defence DS 30B REMSIG 30 mm, dan peluncur tripel torpedo BAE System 324 mm untuk perang atas air dan bawah air. Hal inilah yang dapat menghancurkan musuh, baik dari udara ataupun permukaan laut.

Kapal ini juga dikontrol secara komputerisasi sehingga jika ada kerusakan pada sistem kapal akan terdeteksi secara dini.

Kelebihan lainnya, kapal ini juga memiliki beberapa jenis peralatan sonar canggih seperti, Radar Navigasi, Radar Surveillance untuk mendukung pengamatan udara serta Radar Tracker Senjata untuk mengendalikan akurasi sasaran. Diharapkan dengan teknologi canggih tersebut, evakuasi korban bisa dilakukan dengan lebih efektif. (osd)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password