Warga Tarfia, Papua Keluhkan Tenaga Perawat Kesehatan

Covesia.com – Sejumlah warga yang tinggal di Kampung Tarfia, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, Papua, mengeluhkan tenaga perawat yang tidak menetap.

“Hanya satu tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas Tarfia. Jadi, kami susah mendapat pelayanan kesehatan,” kata salah satu warga Tarfia, Gustaf Deda seperti dikutip covesia.com dari Antara di Tarfia, Kamis (1/1/2015).

Menurut dia, tenaga kesehatan masih berstatus bidan dan bertugas sejak 2013 – 2014 dengan nama Sumiati. “Dia sendiri yang bertugas, tidak ada tenaga dokter, alat lengkap tapi petugasnya hanya satu,” ujarnya.

Meski demikian, kata dia, bidan itu tidak menetap melayani masyarakat. Jika bepergian ke kota, memakan waktu berbulan-bulan. “Dia (bidan-red) kalau ke luar ke kota, lama sekali, kadang satu sampai dua bulan di kota, sekarang dia tidak ada di tempat,” ujarnya.

Padahal, menurutnya, rumah bidan atau perawat sudah dan cukup lengkap. Puskesmas yang dibangun juga sudah dilengkapi dengan fasilitas kesehatan, gedungnya cukup megah.

Selain itu, lanjut dia, keluhan lain adalah tenaga bidan yang ditempatkan tidak bisa melayani penyakit lain. Tenaga bidan yang bertugas, khusus melayani ibu hamil dan bayi dan anak.

Bidan Sumiati tidak bisa menangani penyakit lain seperti penyakit malaria, menjahit warga yang kena luka karena kena pecahan beling atau gigitan ular. “Jadi, kalau anak-anak di Tarfia yang kena gigitan ular, cepat naik perahu menuju Demta untuk dirawat dan diobati di sana,” ujarnya.

Perjalanan dari Tarfia ke Demta lewat laut memakan waktu kurang lebih setengah jam.

Gustaf berharap, tenaga kesehatan yang ditempatkan harus berpegalaman atau sudah lama menangani kesehatan (sudah senior-red) sehingga bisa melayani berbagai penyakit yang dialami warga terutama penyakit malaria.

Menurut dia, penyakit malaria yang dominan dialami warga Tarfia namun tidak ditangani secara baik. Dari data yang diperoleh, jumlah kepala keluarga yang mendiami kampung Tarfia sebanyak 104 kepala keluarga (KK).

Tarfia adalah salah satu kampung di Kabupaten Jayapura, Papua. Perjalanan ke kampung ini melalui jalur darat, dengan menggunakan kendaraan roda dua (bus). Jika perjalanan dari Kota Abepura sampai ke Tarfia memakan waktu kurang lebih empat jam lebih. (bim/ant)

0 Comments

Leave a Comment

nineteen + six =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password